Honda

4.733 Warga Korban Banjir di Konut Mendapat Pelayanan Medis

4.733 Warga Korban Banjir di Konut Mendapat Pelayanan Medis
PELAYANAN MEDIS - Tim medis Pemda Konawe Utara melakukan pelayanan medis kepada masyarakat yang menjadi korban banjir.(Jefri/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), telah berakhir pada 28 Juni 2019 lalu dan telah dialihkan statusnya ke masa transisi atau rehabilitasi lingkungan dan rumah warga.

Dari pihak Tim Medis Pemda Konut melalui yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Konut kerja sama tim relawan medis lainnya seperti dari Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan lainnya, masih terus melalukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir.

Baca Juga : Musim Hujan, Dinkes Konut Siagakan Tenaga Medis di 22 Puskesmas

iklan zonasultra

Dari data yang diperoleh awak media Zonasultra.com di Posko Induk Penanganan Korban Banjir Konut, sebanyak 4.733 jiwa mendapat pelayanan kesehatan. Jumlah itu, merupakan warga yang tersebar di 6 kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Asera, Andowia, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

Kepala Dinkes Konut, Nurjannah Efendi mengatakan, pasien yang mendapat pengobatan rata-rata mengalami penyakit gatal-gatal, demam, batuk, dan infeksi saluran pernapasan (ispa). Penyakit yang diderita dapat tertangani dengan maksimal oleh tim yang telah disiagakan dengan pemeriksaan dan pemberian obat secara taratur.

“Alahamdulillah, dalam musibah yang terjadi tidak ada korban jiwa. Yang sakit dan membutuhkan penanganan medis sejak awal benacana tertangani dengan baik,” kata Nurjannah, Rabu (3/6/2019).

Baca Juga : Musim Penghujan, Ini Tips Dinkes Konut Agar Tak Mudah Terserang Penyakit

Diungkapkannya, saat ini untuk stok obat-obatan dan fasilitas alat pelayanan kesehatan masih tersedia. Pihaknya terus berkoordinasi ke Dinkes Provinsi dan pusat dengan tujuan untuk lebih menunjang aksi yang dilakukan dan menjaga hal terburuk yang kapan saja bisa terjadi.

“Tim medis yang disiagakan itu dari data keanggotaan sebanyak tujuh ratusan lebih petugas. Ini tersebar diri beberapa instansi, mulai puskesmas, dinkes, PMI, RSU, dan tim relawan medis lainnya dari luar daerah yang datang membantu,” ujarnya. (B)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib