iklan zonasultra

4 Bulan Tak Bayar Honor Aparat, Kades Lahabaru Kolut Diduga Tilep DD

Kantor desa Lahabaru, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara
Kantor desa Lahabaru, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Kepala Desa, Lahabaru, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Bustam diduga menyalahgunakan Dana Desa (DD) tahun 2017 karena honor sejumlah perangkat dan aparatnya belum dibayarkan selama empat bulan.

Kepala Dusun (Kadus) II, Desa Lahabaru Abdul Hakim mengatakan, seluruh perangkat dan aparat pemerintah desa itu belum menerimah honornya, meski Dana Desa tahun 2017 sudah dicairkan. Anggarannya mencapai Rp 300 juta.

Dia menduga, tak terbayarnya honor mereka itu karena anggaran DD yang sudah dicairkan tersebut telah ditilep oleh Kadesnya, Bustam.

iklan zonasultra

“Sudah empat bulan tunjangan belum dibayarkan pak,harusnya di terimah sejak November 2017 lalu. Tidak tau Kepala Desa dia gunakan untuk apa dana itu,”kata Abdul Hakim kepada awak Zonasultra.com Sabtu (10/2/2018).

Terkait honor itu, dirinya dan aparat lainnya sudah berulang kali menanyakan hal tersebut. Namun kepala desa tidak pernah berada di tempat. Menghilang tanpa keterangan jelas sejak pencairan dana desa tahap (3) 2017 lalu.

“Awalnya hanya dijanji terus. Begitu kita tanyakan lagi, Kepala Desa menghilang entah kemana. Istrinya juga tidak tau keberadaan pak desa, ” terang Abdul Hakim.

Abdul Hakim menambahkan, sebenarnya masalah itu sudah coba diselesaikan lewat rapat internal antar aparat desa. Hasilnya juga sudah disampaikan ke instansi terkait di Pemda Kolut agar diselesaikan secara hukum.

Anehnya, walau laporan itu sudah ditangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolut, namun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Inspektorat di daerah itu tampak acuh dan tak ambil pusing.

“Orang inspektorat sudah tinjau langsung, tapi tidak ada juga tindakan sampai sekarang,” terangnya.

Sementara itu, Arham (33), salah satu warga desa Lahabaru lainnya mengatakan, dia sudah mengerjakan dua plat dekker di desa itu. Namun sampai saat ini honornya tak juga dibayarkan walau pekerjaan itu sudah rampung 100 persen.

“Ada dua dueker yang saya kerja sudah selesai, tapi satu dueker belum di bayar sebanyak R .3 juta,” kata Arham.

Sementara itu, Kades Lahabaru, Bustam yang ingin dimintai klarifikasi terkait hal ini, tak bisa ditemui. Nomor telepon selulernya juga tidak aktif. (B)

 


Reporter : Rusman
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib