iklan zonasultra

4 ODP di Mubar, Kadinkes : Kondisi Mereka Baik

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mubar, LM Ishar Masiala
LM Ishar Masiala

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengumumkan ada empat Orang Dalam Pemantauan (ODP). Keempat warga yang berstatus ODP karena baru pulang dari daerah terpapar virus corona (Covid-19).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mubar, LM Ishar Masiala menjelaskan sebelumnya per tanggal 24 Maret 2020 yang lalu, pihaknya mengumumkan bahwa di Mubar terdapat 47 orang berstatus ODP. Hanya saja, pada tanggal 25 Maret 2020 kemarin, Kemenkes RI merevisi kriteria ODP itu, termaksud Sultra sebagai daerah terjangkit Covid-19.

Baca Juga : Ini Sebaran Jumlah ODP Kasus Virus Corona di Sultra

Berdasarkan revisi status ODP dari Kemenkes RI, Sultra bukan lagi daerah terjangkit (zona merah), sebab sampai saat ini belum ada penularan transmisi lokal dan orang yang dari kota kendari bukan berstatus ODP tetapi dipantau sepanjang tidak ada gejala seperti panas, batuk, flu, sakit tenggorokan dan sesak napas, maka dia bukan ODP tetapi OTG (orang tanpa gelaja).

“Jadi berdasarkan revisi tersebut, jumlah ODP di Mubar menjadi empat orang dari jumlah sebelumnya 47 orang. Alhamdulillah, sejauh ini keempat ODP ini juga semakin membaik, tetapi masih tahap karantina di rumah,” kata Ojo sapaan akrabnya, saat ditemui di kantor Bupati Mubar, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan keempat orang yang berstatus ODP yakni seorang pria umur 21 tahun, dan yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yakni Malaysia. Kemudian, seorang perempuan usia 19 tahun memiliki riwayat perjalanan dari Kendari.

Selanjutnya, seorang laki-laki 34 tahun memiliki riwayat perjalanan dari Jawa. Dan seorang laki-laki umur 21, memiliki perjalanan dari Malaysia.

“Keempat ODP ini, kita tetap lakukan pemantuan di puskesmas terdekat. Dan kondisi mereka saat ini, sudah mulai membaik dan tetap di karantina di rumah selama 14 hari,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk alat thermosc anner atau pengukur suhu, sudah ada dan telah disalutkan ke RSUD dan puskesmas. Untuk memantauan situasi terkait penyebaran covid-19 ini, pihaknya sudah memerintahkan tim medis di puskesmas dan bantuan dari masyarakat sekitar.

“Kita berharap peran masyarakat, camat dan kepala desa untuk selalu memantau orang yang mempunyai riwayat dari luar daerah, untuk segera melaporkan. Selanjutnya, kita akan melakukan pengecekan kesehatan,” harapnya.

Baca Juga : Problem Corona, Pemkab Mubar Tegaskan Pasar Tetap Dibuka

Kata Ojo, sejauh ini dalam penanganan virus corona ini, pihaknya melalui puskesmas yamg ada di Mubar terus melakukan sosialisasi dan melakukan penyemprotan disinfektan di kantor-kantor dan fasilitas umum lainnya.

“Jadi sosialisasi yang kita lakukan ini, bukan hanya mengenai penanganan virus corona. Tetapi juga DBB, dan alhamdulillah kita sudah melakukan foging,” tutup Ojo. (b)

 


Kontributor : Kasman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib