iklan zonasultra

72 Mahasiswa UMK Ikut KKN-PPM di Konsel

72 Mahasiswa UMK Ikut KKN-PPM di Konsel
KKN UMK - Sebanyak 72 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak hari Senin (28/5/2018) lalu. Keberangkatan para mahasiswa ini dilepas langsung oleh Rektor UMK, Muhammad Nur. (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 72 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak hari Senin (28/5/2018) lalu. Keberangkatan para mahasiswa ini dilepas langsung oleh Rektor UMK, Muhammad Nur.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan UMK Fajriah mengatakan, lokasi KKN para mahasiswa terbagi di dua kecamatan, yakni di Desa Torokeku, kecamatan Tinanggea dan desa Amohalo, Kecamatan Konda.

Peserta KKN – PPM ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yakni Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Administrasi Pendidikan dari Prodi Bahasa Inggris, Agri Bisnis, dan Prodi Teknik Lingkungan.

“Kegiatan KKN – PPM ini statusnya sama dengan KKA, dalam artian sebagai salah satu program pengabdian masyarakat. Hanya saja, pelaksanaan KKN – PPM merupakan kegiatan yang digaungi oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dan juga Univeristas Muhammadiyah tentunya. Kegiatan ini juga bersifat reguler,” kata Fajriah, Rabu (30/5/2018).

Namun secara teknis, kata dia, pelaksanaan KKA ataupun KKN-PPM sedikit berbeda. Untuk KKB – PPM itu berbasis tematik. Artinya, mahasiswa telah memiliki program kerja yang akan di laksanakan selama mengukuti KKN-PPM tersebut. Begitupun yang akan menjadi output sudah terprogram atau ditentukan.

“KKN-PPM yang di laksanakan pada bulan Ramadhan ini bukan berarti tidak mengurangi makna dari kegiatan itu sendiri. Perlu diketahui, kegiatan yang diperoleh dari hibah Menristekdikti ini, dibagi dua periode. Untuk 15 hari pertama dilaksanakan mulai pada, Senin (28/5) hingga tanggal 10 Juni 2018. Dilanjutkan pada bulan Agustus 2018 mendatang,” katanya.

(Baca Juga : Jamin Mutu Alumni, UMK Gelar Workshop KBMI)

Dalam kegiatan tersebut, kata Fajriah, mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat sesuai tema yang telah dicanangkan. Untuk Desa Torokeku, aktivitas mahasiswa akan terfokus pada optimalisasi rumput laut sebagai salah satu potensi yang ada si desa tersebut serta menumbuhkan UMKM dan Koperasi. Sebab, di daerah itu, untuk UMKM dan koperasi masih minim khususnya dibidang perikan. Itu pula yang akan menjadi salah satu output dari kegiatan KKN – PPM.

Sementara, Rektor UMK Muhammad Nur mengungkapkan, meski kegiatan ini bersifat tematik, namun mahasiswa diharapkan juga bisa terlibat dalam segala aspek yang ada di masyarakat. Tidak terkecuali menjadi solusi dari apa yang menjadi masalah sosial didaerah tempatnya melakukan KKN – PPM. Termasuk melibatkan diri dalam kegiatan keagaamaan, mengingat ini adalah bulan Ramadhan.

“Mari tunjukkan identitas sebagai mahasiswa UMK. Semoga dari kegiatan ini dapat membawa berkah bagi semua, dan hasilnya bisa signifikan,” katanya.

Muhammad Nur juga berpesan, agar mahasiswa selama mebgikuti kegiatan itu dapat menjaga nama baik almamater, serta mampu membawa diri di masyarakat. Karena dukungan masyarakat sangatlah penting. (B)

 


Reporter : Sri Rahayu
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib