iklan zonasultra

725 Warga Baubau Di-Rapid Test, Satu Orang Reaktif

725 Warga Baubau Di-Rapid Test, Satu Orang Reaktif
RAPID TEST - Tim gugus tugas percepatan penangan Covid-19 Kota Baubau, Sultra, saat melakukan rapid test massal di 11 THM, Kamis malam (25/6/2020). (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU- Sebanyak 725 warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalani rapid test massal yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat selama sepekan. Dari tanggal 23 hingga 28 Juni 2020, hasilnya satu orang dinyatakan reaktif.

“Ada beberapa titik dalam satu minggu ini kami melakukan rapid test massal dan hanya menemukan satu orang yang reaktif,” ungkap Kepala Dinkes Kota Baubau, Wahyu saat ditemui di Baubau, Selasa (30/6/2020).

Iklan Zonasultra

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah. Sebab permasalahan saat ini apakah dari hasil rapid itu dapat menyimpulkan bahwa warga Kota Baubau telah terbebas dari penularan Covid-19.

Apalagi kenyataan di lapangan, bila dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tiap pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau dan RS Siloam, kondisinya malah sebalikanya.

Belum lagi grafik petumbuhan Covid-19 di Kota Baubau menunjukkan angka penderita yang terus bertambah, per dua hingga tiga hari selalu terkonfirmasi ada satu hingga tiga kasus tambahan.

Rapid test massal tersebut dilakukan di Pasar Wameo, Tempat Hiburan Malam (THM) dan 6 Puskesmas di Kota Baubau. Rapid test massal itu merupakan srategi dalam melakukan screening pada warga, guna memutus mata rantai penyebaran corona.

“Namun dengan sedikit sekali yang reaktif ini menyebabkan kami harus mengatur strategi lagi, karena kalau pasien yang berobat di RSUD Palagimata Baubau, dan RS Siloam, itu cukup banyak yang ditemukan reaktif,” katanya.

Melihat situasi ini, Dinkes berencana melakukan pengambil sampel kelenjar dahak untuk dilakukan swab test pada warga yang dianggap rentan penularan Covid-19.

“Tapi rupanya dengan rapid test kami belum menemukan ada penularan virus, apakah ini menggambarkan bahwa mereka tidak terpapar (Covid-19) atau bagimana? Ini perlu diskusi lebih lanjut untuk rencana selanjutnya. Kalau perlu diuji sampel saja beberapa orang untuk dilakukan swab test,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kota Baubau masuk kategori zona merah peta penyebaran Covid-19. Hingga hari ini tercatat 29 orang warga terkonfirmasi positif corona, 9 diantaranya dinyatakan sembuh, serta terdapat OTG 109 orang, ODP 17 orang, dan PDP 4 orang. (a)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor: Ilham Surahmin

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib