iklan zonasultra

Abu Sayyaf Sandera Warga Wakatobi, Minta Tebusan Rp8 Miliar

Abu Sayyaf Sandera Warga Wakatobi, Minta Tebusan Rp8 Miliar
PENYANDERAAN - Cuplikan video warga Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang disandera kelompok saparatis Abu Sayyaf. Para korban itu meminta kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo agar dibebaskan. (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Tiga warga Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini disandera kelompok saparatis Abu Sayyaf. Para korban itu meminta kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo agar dibebaskan.

Permintaan itu terungkap dalam video berdurasi 44 detik yang viral di media sosial Facebook (FB), postingan Qeela Amai Kaledupa dengan caption semoga dibebaskan secepatnya.

Dalam video itu pula tampak dua orang anggota Abu Sayyaf di belakang para sandera yang dilengkapi dengan senjata api laras panjang.

iklan zonasultra

Baca Juga : Abu Sayyaf Minta Tebusan untuk Pembebasan Warga Wakatobi

Tiga Warga Wakatobi itu adalah Samiun Bin Maenu (27), Muhammad Farhan alias Semon (27), dan Maharudin Bin Lunani (48). Mereka ditangkap oleh kelompok Abu Sayyaf pada Senin 23 September 2019 saat melaut menggunakan kapal ikan, di Perairan Pulau Tambisan, Sandakan, Malaysia.

“Presiden Indonesia tolong kami supaya kami bebas dari sini,” ujar Samiun dalam video tersebut yang diapit dua orang sandera lainnya tanpa mengenakan baju.

Bukan hanya itu saja, ia juga meminta pertolongan kepada bos pemilik kapal ikan tempat mereka bekerja saat ditangkap oleh kelompok Abu Sayyaf.

Sandera menyampaikan permintaan tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf dengan jumlah 30 juta Peso mata uang Filipina atau sekitar Rp8 miliar lebih jika dirupiahkan.

“Kumpulan Abu Sayyaf meminta tebusan 30 juta peso agar kami dapat kembali ke Indonesia,” sebutnya.

Baca Juga : Warga Wakatobi di Malaysia Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Dikonfirmasi tekait hal itu, Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud mengatakan, pihaknya hingga hari ini masih terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Semoga Presiden RI segera menanggapi masalah ini. Kami juga terus berkoordinasi. Berharap mereka semua bisa pulang ke rumah, dan berkumpul dengan keluarga serta dalam keadaan sehat tidak kurang satu apapun,” harap Ilmiati Daud saat dikonfirmasi melalui WhatssApp, Jumat, (22/11/2019). (A)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib