iklan zonasultra

Aduan Sudah Capai 1400, Korban Abu Tours Rata-Rata Masyarakat Ekonomi ke Bawah

Ilustrasi Abu Tours
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Korban jasa perjalanan haji dan umrah Abu Tours yang mengadu di Posko Pengaduan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) membludak. PAda 10 April 2018 lalu jumlahnya 805 orang, kini sudah mencapai 1400 lebih.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan korban rata-rata adalah warga dengan tingkat ekonomi ke bawah seperti petani. Masing-masing korban telah menyetor paling sedikit Rp15 Juta.

“Ada yang sudah menyetor Rp. 17 juta, 19, 21, dan 25 juta, sesuai paket pemberangkatan yang diambil, ada yang peket cepat dan paket biasa. Misalnya yang paket ramadhan dari awal hingga akhir itu tidak ada yang diberangkatkan,” ujar Dolfi di ruang kerjanya, Selasa (24/4/2018).

Selain calon jamaah, korban Abu Tours juga adalah para agen yang membeli banyak paket di Abu Tours untuk dijual kembali. Para agen yang biasanya dari kalangan PNS ini juga paling banyak merugi karena paket yang sudah terlanjur mereka beli tidak laku terjual.

Berita Terkait : Aduan Membludak, Polda Sultra Ambil Keterangan 805 Korban Abu Tour

Beberapa agen yang sudah terlanjur menjual paket ada yang bekerja sama dengan travel perjalanan lain agar para jamaahnya bisa diberangkatkan. Namun ada juga beberapa agen yang tetap tak bisa memberangkatkan jamaahnya meski sudah berkoordinasi dengan travel lain.

Lanjut Dolfi, jumlah 1400 lebih itu adalah data korban yang datang langsung di Polda Sultra sedangkan laporan dari Polres-Polres belum masuk. Perkiraan korban Abu Tours di Sultra mencapai 2600 orang untuk jadwal pemberangkatan 2018 dan 2019.

Untuk penanganan kasus Abu Tours dipusatkan di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sesuai arahan Bareskrim Mabes Polri. Olehnya Polda Sultra berkoordinasi dengan Polda Sulsel terkait data aduan yang sudah dikumpulkan. (B)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib