Air Terjun Larowiu, Surga Terselubung di Pegunungan Meluhu Konawe

Air Terjun Larowiu, Surga Terselubung di Pegunungan Meluhu Konawe
Air Terjun Larowiu

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan daerah pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Konawe Utara (Konut). Di antara pegunungan itu, tersimpan wisata alam yang begitu eksotis. Namanya Air Terjun Larowiu.

Air terjun ini terbilang masih perawan. Suasananya begitu alami tanpa sentuhan tangan manusia pada tekstur alamnya. Airnya terasa dingin sedingin es. Meski terik mentari menghadang, namun dingin air di air terjun Larowiu masih sangat terasa. Sungguh fantastik dan begitu memukau.

Pesona Larowiu dan airnya yang segar membawa kesejukan tersendiri bagi siapa saja yang mengunjungi wisata ini. Pemandangan alamnya begitu spektakuler. Deras aliran air terus menerus meluncur tanpa henti, membentuk kolam air yang tenang dan berlanjut mengaliri sungai hingga mengairi persawahan penduduk. Kolam inilah yang menawarkan kesegaran khas air terjun Larowiu. Orang-orang dapat bermain air dan mandi di sana dengan sepuasnya.

Air terjun ini juga merupakan hulu dari sungai yang merupakan tanda pembatas alam antara Kabupaten Konawe dengan Kabupaten Konawe Utara.

Air Terjun Larowiu, Surga Terselubung di Pegunungan Meluhu Konawe

Air terjun ini memang jarang dikunjungi karena belum ada akses jalan yang memadai. Hanya beberapa orang pegiat alam yang kerap menelusuri lokasi tersebut. Untuk mencapai air terjun ini harus butuh tenaga ekstra, karena medan yang menanjak dan jalan yang sempit serta licin.

Pengunjung harus berjalan kaki melewati bebatuan, tangga manual, hingga menyusuri sungai di dalam hutan. Pendakian akan terasa sulit karena medan yang menanjak dan berkelok-kelok. Namun, udara sejuk khas pengununangan akan membuat kegiatan trekking semakin menyenangkan. Jika pengunjung telah sampai di air terjun tingkat pertama, maka pemandangan hijau langsung tersaji di depan mata.

Kurang lengkap rasanya jika hanya sampai di tingkat pertama yang tingginya sekitar 10 meter saja, karena surga air terjun Larowiu berada di tingkat kedua. Semua pengunjung selalu menuju tingkat kedua yang mempunyai ketinggian sekitar 40 meter, ditambah lagi lokasi tingkat kedua sangat berdekatan dengan tingkat ketiga yang tingginya sekitar 8 meter. Tapi tak mudah mencapai tempat tersebut. Pengunjung harus melalui tangga manual yang terbuat dari kayu, hingga harus berpegangan di antara tebing.

Namun, rasa lelah pasti akan terbayar ketika sampai di bawah air terjun tingkat dua. Bukan hanya disuguhkan kejernihan air terjun disertai dengan suara gemericik yang menderu, namun juga tersedia kolam alami persis di bawah air terjun dengan luas 10×10 meter dan kedalaman 1 hingga 3 meter.

Kawasan air terjun ini memang masih sangat asri. Tidak banyak wisatawan lokal yang tahu mengenai tempat ini. Wisata ini bisa menjadi alternatif untuk menjauh dari riuhnya wilayah perkotaan, menghilangkan kebosanan dari kesibukan sehari-hari.

Karena alamnya yang masih perawan, sehingga kelompok pegiat alam di daerah setempat menjadikan air terjun Larowia sebagai tempat favorit. Tracknya cukup menantang, mulai dari tanjakan dan turunan terjal pendek, jalan setapak di antara bebatuan. Bahkan dalam perjalanan pengunjung bisa menikmati beningnya air sungai yang mengalir.

Pengunjung yang hendak berkunjung disarankan untuk membawa air minun dan cemilan secukupnya. Sungguh nikmat merasakan desiran angin gunung, duduk beristirahat di bebatuan sambil menikmati hijaunya daun dan pepohonan yang rimbun ditemani beberapa camilan.

“Bagi kami pegiat alam, daya tarik yang menonjol dari air terjun ini adalah terdapatnya hutan alami, ditumbuhi beraneka ragam pepohonan hutan beserta semak belukarnya sehingga menambah indahnya panorama dan kesejukan alam sekitarnya. Lokasi ini juga sering digunakan untuk perkemahan, karena sangat mengasikkan jika dapat menyasikan hamparan air terjun pada pagi hari,” kata Israil Haris (26), warga Kecamatan Wawotobi.

Sampai saat ini, warga setempat masih penasaran siapa penemu pertama air terjun Larowiu itu. Informasi yang beredar, penemu air terjun adalah para pencari rotan di Kecamatan Meluhu. Pada saat itu, warga pencari rotan tanpa sengaja menarik hasil rotannya dari dalam hutan hingga akhirnya bisa sampai di pinggir jalan.

“Informasi yang beredar di daerah kami penemu air terjun itu adalah para pencari rotan. Sebab pengunungan di Kecamatan Meluhu kerap dijadikan lahan untuk mencari rotan. Para pencari rotan ini, kabarnya telah menelusuri semua sungai yang berada di pegunungan Meluhu. Beberapa pencari rotan sering bercerita, sungai yang membentuk air terjun berasal dari satu danau yang berada di atas pegunungan. Di mana danau itu terbagi beberapa percabangan sungai yang mengalir di berbagai tempat, salah satunya di air terjun Larowiu ini,” terang Emin (29) Warga Kecamatan Meluhu.

Baru 12 Tingkat yang Terdeteksi

Air Terjun Larowiu, Surga Terselubung di Pegunungan Meluhu Konawe

 

Panorama alam di air terjun Larowiu memang sangat luar biasa. Rasa penasaran untuk menjelajahi titik teratas air terjun tersebut belum terjawab. Hingga saat ini, penelusuran tingkatan air terjun baru mencapai tingkat ke-12. Penelusuran puncak air terjun Larowiu belum bisa terdeteksi. Beberapa kelompok pegiat alam pernah melakukan penelusuran hingga puluhan kilometer, namun rasa penasaran mereka tak kunjung terpecahkan.

Marlyn (23) warga Desa Analahumbuti, Kecamatan Anggotoa mengatakan, air terjun Larowiu tidak hanya mencapai tingkat 12 saja, sebab masih banyak tingkatan lagi di atasnya yang lebih menarik. Dari survei darurat, dirinya dan para pegiat alam pernah mencapai hingga tingkat 12. Namun, jaraknya selalu berjauhan, dari 12 tingkatan hanya tingkat dua dan tiga saja yang jaraknya berdekatan.

“Meskipun tingkat kedua memiliki tinggi puluhan meter, tapi itu tidak terlalu menarik, karena ada yang lebih menarik lagi pada bagaian tingkatan atas. Tingkatan bagian atas, ada air terjunnya yang berbentuk perahu terbalik. Di tingkatan itu, airnya menyatu lalu membelah dua. Pokoknya sangat unik. Bahkan ada tingkatan yang berbentuk seluncuran yang jaraknya sekitar belasan meter. Namun, sayangnya tak bisa dikunjungi pengunjung, karena jaraknya sangat jauh. Memakan waktu setengah hari untuk mencapai tempat-tempat tersebut, ditambah lagi jalurnya yang menantang. Kami pada waktu itu, sesekali memanjat tebing kadang juga harus melewati hutan dan pegunungan,” jelasnya.

Lokasi air terjun Larowiu terbilang cukup jauh dari pemukiman penduduk. Jaraknya diperkirakan mencapai 7 kilometer. Bahkan untuk mencapai lokasi air terjun dari jalan raya sangat sulit, karena tidak ada akses yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan.

Jelajah ke air terjun Larowiu harus ditempuh dengan berjalan kaki. Pintu masuk lokasi air terjun ini berada persis pada tugu perbatasan antara Konawe dan Konawe Utara. Untuk mencapai lokasi wisata alam ini memang terbilang sulit, karena dalam perjalanan, pengunjung sering mendapat hambatan, seperti bocor ban di jalan.

Air Terjun Larowiu, Surga Terselubung di Pegunungan Meluhu Konawe

Mau menghubungi kerabat tidak bisa karena dilokasi ini memang tidak ada jaringan, bahkan ada beberapa orang yang terpaksa menyimpan motornya di pinggir jalan sambil menuggu mobil lewat dan meminta tolong memuatnya hingga perkampungan.

Tetapi ada juga yang nekat mengendarainya tanpa angin, dengan rela menuruni pendakian yang sebelumnya telah dilewati daripada harus menunggu berjam-jam sampai mobil lewat. Tapi, meskipun jaraknya sangat jauh dari perkampungan, namun tidak pernah menyurutkan niat para penggemar air terjun untuk mengunjungi air terjun satu ini.

“Inilah kehebatan dari air terjun Larowiu, meskipun jauh namun tetap selalu dikunjungi. Bahkan jika kami rindu dengan air terjun ini, kami selalu menyempatkan diri berkemah semalam hingga dua malam,” tutur Mail, warga Kecamatan Wawotobi. (A)

Penulis : Dedi Finafiskar
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib