iklan zonasultra

Akibat Kasus Pencabulan, Kepsek SMAN 9 Kendari yang Baru Ditolak Siswa dan Alumni

Akibat Kasus Pencabulan, Kepsek SMAN 9 Kendari yang Baru Ditolak Siswa dan Alumni
UNJUK RASA - Kepala SMA Negeri 9 Kendari yang baru Aslan ditolak keras oleh sejumlah siswa dan ikatan alumni. Protes tersebut dilakukan melalui aksi unjuk rasa di sekolah tersebut, Selasa (13/10/2020). (Fadli Aksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kepala SMA Negeri 9 Kendari yang baru Aslan ditolak keras oleh sejumlah siswa dan ikatan alumni. Pasalnya, Aslan memiliki rekam jejak kasus pencabulan anak. Protes tersebut dilakukan melalui aksi unjuk rasa di sekolah tersebut, Selasa (13/10/2020).

Ujuk rasa itu bertepatan dengan momen pisah sambut dari Kepsek SMAN 9 Kendari yang lama Abdul Rahman kepada Aslan sebagai Kepsek SMAN 9 Kendari yang baru di Aula Sekolah.

Ketua Ikatan Alumni SMAN 9 Kendari Riqar Manaba mengatakan, jejak digital Aslan tiga tahun silam saat menjabat sebagai Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Kendari jelas memperlihatkan tindakan tak senonoh kepada siswa dan bisa mencoreng nama baik sekolah.

“Ini sangat mengkhawatirkan adik-adik kita, khususnya para siswi. Kalau besok ada siswa mogok belajar dan menolak belajar di sekolah ini, bukan karena malas tapi itu cara mereka mengantisipasi hal asusila di sekolah ini,” kata Riqar.

Akibat Kasus Pencabulan, Kepsek SMAN 9 Kendari yang Baru Ditolak Siswa dan Alumni

Menurutnya, tidak ada yang menjamin Aslan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pihaknya bingung terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sultra mengangkat seorang ASN yang punya catatan buruk di masa lalu.

Mereka pun meminta Aslan ditarik kembali.
Bahkan apabila Aslan tetap menjabat di SMAN 9 Kendari, pihaknya akan terus melakukan aksi unjuk rasa.

Ketua Osis Adelia menyampaikan rasa khawatir dan ketakutan di hadapan Aslan. Ia mengatakan, organisasi intra sekolah sendiri sering membuat kegiatan ekstrakurikuler dengan menginap di sekolah. Mereka takut Aslan melakukan tindakan senonoh kepada pelajar perempuan.

“Bagaimana misalnya kami sementara tidur dan tiba-tiba bapak masuk ke dalam kamar kami, apa yang akan terjadi. Maka kami menolak keras bapak menjadi kepsek di sini,” ucap Adelia.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidik (GTP) Dinas Dikbud Sultra Syaiful menerima aspirasi siswa dan alumni tersebut. Pihaknya akan menggali informasi tentang kasus lama Aslan lalu melaporkan masalah ini ke Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Sultra Asrun Lio.

Kemudian pihaknya juga akan melibatkan komite untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab, itu bukan persoalan sederhana, butuh perimbangan informasi.

‘Kita selalu mencari solusi yang baik, kita akan duduk dengan kepala dingin. Saya tidak bisa janji, karena harus laporkan ke pihak pimpinan saya,” ucap Syaiful.

Kasus tak senonoh Aslan terhadap seorang siswi SMA di Sultra UM dilakukan saat masih menjabat Kepala SKO Kendari pada 6 November 2017. Aslan terekam CCTV mencium jidat atlet tenis meja tersebut. Meski sempat membuat malu keluarga dan menghebohkan dunia pendidikan tersebut namun perkara tak sampai di kepolisian.

Pihak keluarga korban menyelesaikan perkara ke jalur adat setempat. Aslan membayar denda berdasarkan keputusan adat sehingga masalah itu tidak lagi dipersoalkan oleh keluarga. Tetapi peristiwa ini terlanjur sampai di mata dan telinga publik.

Saat ditemui, Aslan enggan menanggapi pertanyaan wartawan. Ia bahkan menghindari awak media dan berlalu pergi. “Saya belum mau menanggung dulu, ” kata Aslan sambil mempercepat langkahnya di aula SMAN 9 Kendari. (a)

 


Reporter: Fadli Aksar
Editor: Ilham Surahmin

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib