iklan zonasultra

Akreditasi, Tujuh PKM di Konut Masuk Tahap Penyusunan Elemen Penilaian

Akreditasi, Tujuh PKM di Konut Masuk Tahap Penyusunan Elemen Penilaian
AKREDITASI - Tim jajaran Puskesmas Andeo, Kecamatan Lasolo saat melakukan kegiatan kaji banding di Puskemas Lasolo dalam rangka proses tahapan kegiatan akreditasi.(Jefri/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Tujuh Puskesmas (PKM) di Kabupaten Konawe Utara (Konut) masih mengikuti tahapan pelaksanaan akreditasi. Ketujuh puskesmas itu adalah PKM Matandahi, Lembo, Andeo, Molawe, Tapunggaya, Asera dan Langgikima yang telah memasuki tahapan penyusunan element penilaian.

Dalam kegiatan itu, tim kerja dari tujuh puskesmas tersebut melakukan pembahasan 9 bab mengenai elemen-elemen yang terdapat dalam buku instrumen penilaian tentang dokumen keabsahan PKM. Panduannya dalam bentuk kelompok kerja (pokja) antara lain, pokja admen, bab 1 sampai 3, Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM), bab 4 sampai 6, dan UKP, bab 7 dan 9.

“Peserta puskesmas akreditasi juga dibimbing, dibina dan diawasi langsung oleh para tim dari kabupaten bidang pokja admen, pokja UKM, dan pokja UKP,” ungkap kepala puskesmas Andeo, Misnayati, Jumat (13/7/2018).

Dikatakan, sebelumnya instansi yang dipimpinmya itu juga telah melakukan kegiatan kaji banding di PKM Lasolo yang lebih dulu mendapat predikat ekreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Kegiatan itu, lanjut wanita berhijab ini, dimaksudkan untuk mengetahui kebijakan prosedur pelaksanan akreditasi di PKM Lasolo seperti, survei fisik, melakukan kaji banding sistem dokumentasi kegiatan di PKM, mengetahui sistem kerja PKM tersebut serta membandingkan kelebihan dan kekurangan antara PKM Lasolo dan Andeo.

(Baca Juga : 7 PKM di Konut Masuk Tahap Pemahaman Standar)

“Skedulnya satu hari yang melibatkan seluruh jajaran staf PKM Andeo. Setelah itu masuk di tahap penyusunan element penilaian,” katanya.

Dia menambahkan, usai pelaksanaan penyusunan elemen penilaian, selanjutnya diteruskan dengan kegiatan self asesmen yang dilakukan oleh tim pendamping kabupaten, setelah itu pra survei dari delegasi pendamping provinsi dan yang terakhir penilaian dari satuan kerja (satker) survefisor akreditasi dari pusat.

“Untuk persoalan dana, kami upayakan mentaktisi agar dapat terpenuhi semua. Kami prioritaskan kebutuhan yang paling penting dalam tahapan akreditasi ini agar bisa berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang memuaskan. Tentu kami opitimis dapat meraih gelar PKM terakreditasi,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konut, Nurjannah Efendi berharap tujuh PKM yang diusulkan itu mampu bekerja dengan baik, dan menyelesaikan segala persyaratan yang menjadi poin penting mendapat akreditasi. Prioritas akreditasi menjadi pokok utama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang menjadi misi kepemerintahan Ruksamin-Raup.

Mantan KTU Dinkes Konut ini menuturkan, akreditasi ini sangat penting untuk mendapatkan legalitas resmi dan perlindungan hukum, serta pengakuan yang sah baik dari pemerintah pusat maupun daerah dalam menjalankan peran fungsi sebagai tenaga medis.

“Sebelumnya, 5 puskemas sudah dilakukan penilaian akreditasi oleh tim penilai akreditasi dari kabupaten maupun pusat yaitu, puskesmas, Lasolo, Wawolesea, Hialu, Landawe dan Sawa. 5 puskesmas ini sudah meraih gelar akreditasi. Untuk tahun ini kita usulkan 7 puskesmas lagi. Secara bertahap kita terus genjot agar 22 PKM di konut semua terakreditasi,” ujarnya. (B)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib