iklan zonasultra

Aksi Tuntut Pembangunan Asrama Mahasiswa Konsel Ricuh, Pengunjuk Rasa Terluka

Aksi Tuntut Pembangunan Asrama Mahasiswa Konsel Ricuh, Pengunjuk Rasa Terluka
RICUH - Massa pengunjuk rasa yang menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membangun asrama mahasiswa di Kota Kendari berakhir ricuh di gedung DPRD setempat, Senin (2/9/2019). (Erik Ari Prabowo/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, ANDOOLO – Massa pengunjuk rasa yang menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membangun asrama mahasiswa di Kota Kendari berakhir ricuh di gedung DPRD setempat, Senin (2/9/2019). Satu orang terluka dan beberapa orang mahasiswa lainya dipukuli petugas keamanan.

Pantauan awak Zonasultra.com, kericuhan ini dipicu karena bupati Konsel Surunuddin Dangga yang belum bersedia menemui para pengunjuk rasa yang berorasi di depan gedung DPRD Konsel. Pasalnya, di saat bersamaan tengah berlangsung pelantikan anggota DPRD periode 2019-2024.

Aksi saling dorong terjadi, setelah acara pelantikan di dalam gedung DPRD selesai. Massa aksi memberi waktu 10 menit agar bupati Surunuddin Dangga bersedia menemui para mahasiswa, namun hal itu tak kunjung dipenuhi. Setelah mendapat informasi bahwa bupati akan menghadiri acara rapat di tempat lain, massa langsung merangsek masuk.

iklan zonasultra

Baca Juga : Pelantikan Anggota DPRD Konsel Diwarnai Demonstrasi

Petugas keamanan yg mengawal aksi itu berhasil menghalau para demonstran, sejumlah aksi pelemparan batu pun terjadi. Selain itu, tampak beberapa massa pengunjuk rasa ditarik aparat kepolisian ke dalam dan petugas melepaskan tembakan gas air mata ke arah pengunjuk rasa. Setelah situasi mereda, terlihat satu orang bersimbah darah.

“Saya dan teman saya Ilman, waktu kacau aparat mendekap kami dan menarik kami ke dalam sambil dipukuli,” ungkap Jefri kepada awak Zonasultra.Com.

Selain Ilman yang bedarah di bagian kepalanya, Jefri juga mengalam hal serupa di bagian wajah. Sementara massa lainnya bernama David juga mengaku menjadi korban pemukulan oleh polisi di bagian mulutnya.

Situasi terus memanas, massa kembali merangsek masuk. Kondisi ini membuat bupati Surunuddin Dangga, wakilnya Arsalin Arifin, Ketua DPRD Irham Kalenggo dan Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedy Andryanto menerima para demonstran di ruang rapat dengar pendapat lantai dua gedung DPRD Konsel.

Aksi Tuntut Pembangunan Asrama Mahasiswa Konsel Ricuh, Pengunjuk Rasa Terluka
Bupati Konsel Surunuddin Dangga bersama wakilnya Arsalim Arifin, Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo serta Kapolres AKBP dedy Andriyanto saat menemui masa aksi.

Dalam pertemuan itu, Surunuddin berjanji akan merealisasikan tuntutan massa aksi dengab membangun asrama mahasiswa paling lambat akhir tahun 2020.

“Selama ini saya fokus infrastruktur dan sekarang waktunya kita fokus bangun sumber daya manusia,” kata Surunuddin di hadapan pengunjuk rasa.

Baca Juga : Paripurna RPJMD Konsel Hanya Dihadiri 19 Aleg

Surunuddin langsung memerintahkan agar para mahasiwa mulai mencari lokasi strategis untuk dibangun asrama tersebut. Namun mantan anggota ketua DPRD Konsel itu meminta waktu untuk melakukan semua itu. Sebab, menurut Surunuddin, penggunaan uang negara dan pemamfaatan aset daerah harus sesuai prosedur.

“Jangan juga mendesak kami diminta sekarang, hari ini juga harus dibangunkan. Kita bisa celaka itu namanya, kita bisa ditangkap KPK nanti,” tegasnya.

Selain itu, di hadapan para pengunjuk rasa bupati dan ketua DPRD berkomitmen untuk mengadakan pembangunan asrama di tahun 2020 mendatang. Alhasil kesepakatan ini dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani Surunuddin Dangg, Irham Kalenggo dan Jendral lapangan massa aksi Jefri. (a)

 


Kontributor : Erik Ari Prabowo
Editor : Kiki

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib