iklan zonasultra

Amankan PSU Bombana, 750 Personil Gabungan Diterjunkan

Kapolres_Bombana_AKBP_Bestari
Kapolres Bombana, AKBP Bestari H. Harahap, SIK, MT saat menyampaikan sambutan pada apel anggota BKO di Makopolres setempat, Selasa 25/04/2017.

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Sebanyak 750 orang pasukan gabungan TNI/Polri diturunkan untuk mengamankan proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Bombana, Sulwesi Tenggara (Sultra) yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (7/6/2017).

Kapolres_Bombana_AKBP_Bestari
AKBP Bestari H. Harahap, SIK, MT

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bombana, AKBP Bestari Harahap menjelaskan, sejauh ini situasi keamanan di Bombana terutama di 7 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan menggelar PSU masih kondusif. Sebab seluruh pasukan telah disebar untuk melakukan pencegahan, agar proses PSU dapat berjalan dengan baik.

Iklan Zonasultra

“Pasukan yang kita siagakan itu totalnya ada 750 orang. Masing-masing dari personil Polres Bombana 300 orang, bantuan dari Polda Sultra 350 orang yang didalamnya termasuk Korsp Brimob dan personil dari Polres tetangga, dari TNI sebanyak 100 orang pasukan,” Kata Bestari via selulernya, Senin (5/6/2017)

Berdasarkan pantauan anggota dilapangan, lanjut pria dengan dua melati dipundak itu, hanya ada 4 TPS yang jarak tempuhnya terbilang jauh, yakni TPS yang berada di Kecamatan Poleang Tenggara, masing-masing di TPS 1 Desa Larete, TPS 2 Larete, TPS 1 Lemo, dan TPS 1 Desa Lamoare, sementara tiga TPS lainnya berdekatan dengan Mako Polres. Meski begitu, 4 TPS tersebut bukan dalam kategori rawan.

Berita Terkait : Amankan PSU Bombana, Polres Konawe Berangkatkan Satu Pleton Personil Sabhara

Bentari berharap agar masyarakat Bombana secara umum dan khususnya masyarakat yang wilayahnya akan menggelar PSU, dapat menjaga situasi kantibnas tetap kondusif. Sebab proses PSU sebagai bagian dari pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hanya sebuh kontestasi yang terjadi setiap lima tahun sekali.

“Mari kita wujudkan Pilkada yang aman dan damai, jangan ada gesekan antara sesama masyarakat, sebab yang rugi bukan calon kepala daerahnya, tetapi mereka sendiri,” tutup AKBP Bentari Harahap. (B)

 

Reporter Restu Tebara
Editor Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib