iklan zonasultra

Angka Kunjungan ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Naik 600 Persen

Angka Kunjungan ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Naik 600 Persen
BALAI TNRAW - Foto bersama tim Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) bersama wisatawan mancanegara yang melakukan aktivitas birdwatching di Kawasan TNRAW tahun 2019 lalu. Balai mencatat 2018 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) hanya 16 orang dan 2019 naik menjadi 45 orang. Wisman tahun 2019 berasal dari Amerika dan Jepang. (ISTIMEWA)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sepanjang tahun 2019, angka kunjungan ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) mengalami peningkatan dibanding tahun 2018. Kenaikannya pun sangat drastis mencapai 600 persen.

Tercatat pada tahun 2018 jumlah pengunjung hanya 396 orang, dan tahun 2019 mencapai mencapai 2.379 orang. Selain itu, pada tahun 2018 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) hanya 16 orang, dan tahun 2019 naik menjadi 45 orang. Wisman tahun 2019 berasal dari Amerika dan Jepang.

Baca Juga : Uniknya Ekosistem Rawa Aopa Sebagai Sistem Penyangga Kehidupan

iklan zonasultra

Kepala Balai TNRAW Ali Bahri mengatakan, pengunjung yang datang kebanyakan melakukan kegiatan praktek terutama mahasiswa, kemudian mengisi liburan sekolah serta wisata akhir pekan. Sementara wisman melakukan kegiatan birdwatching (berburu foto burung) di kawasan mangrove Muara Lanowulu serta di Rawa Aopa, Angata, Konawe Selatan (Konsel).

“Lokasi yang terbanyak didatangi itu hutan pendidikan Tatangge, di sini pengunjung banyak datang praktek lapangan serta breeding rusa timor,” ungkap Ali Bahri melalui sambungan pesan whatsapp, Kamis (30/1/2020).

Adapun faktor penyebab terjadinya peningkatan angka kunjungan di TNRAW di antaranya kemudahan informasi, kerjasama balai dengan kampus yang ada di Sultra salah satunya Universitas Halu Oleo (UHO) sudah berjalan dengan baik begitu pun dengan Perguruan Tinggi (PT) di luar Sultra seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). Kemudahan informasi didukung dengan pelayanan informasi dan pelayanan guide (pendamping) dari tim TNRAW menjadi satu pintu, serta penyediaan fasilitas penunjang bagi pengunjung.

Angka Kunjungan ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Naik 600 Persen

Ali juga mengakui bahwa kegiatan promosi juga menjadi salah satu yang tak terlepaskan, bahwa yang tadinya banyak yang tidak mengetahui keberadaan TNRAW menjadi tahu. Misalnya, promosi melalui media online, website dan media sosial instagram.

Guna meningkatkan angka kunjungan tahun 2020, pihaknya telah membuat desain pengembangan beberapa tapak dengan konsep savana education track. Beberapa tapak sudah masuk dalam zona pemanfaatan.

Baca Juga : Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Kembangkan Wisata Edukasi

Luas zona pemanfaatan untuk destinasi wisata edukasi itu dibagi beberapa lokasi. Di tapak Mandu-mandula Education luas lebih kurang 200 hektare, di Tatangge Education Forest lebih kurang memiliki luas 20 hektare, kemudian di Mangrove Site lebih kurang memiliki luas 150 hektare.

Untuk diketahui, TNRAW ditetapkan sebagai taman nasional melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan no. 756/ Kpts-II/1990 tanggal 17 Desember 1990 dengan luas 105.194 hektar. Penetapan TNRAW itu bersamaan dengan diundangkannya UU no. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE), maka TNRAW menempati predikat sebagai salah satu taman nasional yang pertama disahkan secara hukum. (a)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Kiki

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib