iklan zonasultra

Anton Timbang Sebut Haerul Saleh Tak Layak Jadi PAW Imran

Anton Timbang
Anton Timbang

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pasca wafatnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Partai Gerindra Imran, hingga kini kursi wakil rakyat itu masih kosong.

Sebagai peraih suara terbanyak kedua setelah Imran, Haerul Saleh digadang-gadang sebagai calon pengganti antar waktu (PAW) mengisi kekosongan kursi wakil rakyat di Senayan itu. Hal ini mendapat respon dari salah satu mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerindra Sultra Anton Timbang.

Anton Timbang menegaskan Haerul Saleh tidak layak menjadi calon PAW almarhum Imran. Meski saat ini menurut dia, belum layak mengomentari ini karena masih suasana berduka, namun Anton melihat perlu meluruskan isu yang merebak.

“Haerul Saleh tidak layak menjadi calon PAW dan menggantikan Imran. Selama saya menjadi Ketua DPD, dia tidak pernah berkontribusi dan memperhatikan partai,” tegas Anton Timbang saat ditemui di Kota Kendari, Jumat (10/4/2020).

Tak hanya itu, Anton menilai, Haerul Saleh melakukan pembangkangan terhadap partai saat Pemilihan Gubernur Sultra 2018. Saat itu, Gerindra mendukung pasangan Asrun-Hugua, tapi Haerul Saleh mendukung pasangan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar.

Parahnya, menurut Anton, Haerul tidak pernah ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Kata dia, jangankan berkampanye, datang ke Kantor DPD Gerindra di Kendari tidak pernah dilakukan.

“Di saat-saat kampanye untuk memenangkan Prabowo-Sandi dia tidak ada. Tidak mendukung untuk pemenangan itu. Dia seolah menghindar. Seharusnya sebagai wakil rakyat Sultra dari Partai Gerindra, dialah yang harus memperhatikan partai,” ujar Anton.

Untuk itu, Anton meminta kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra agar mempertimbangkan kembali Haerul Saleh untuk menjadi calon PAW almarhum Imran. Dia berharap, figur yang menjadi pengisi kursi di Senayan orang yang mau membesarkan partai.

“Kami berharap DPP untuk memikirkan kembali, bahwa figur menjadi PAW, adalah figur yang betul-betul memperhatikan partai Gerindra dan taat terhadap aturan partai dan mau membesarkan partai,” pungkas Anton.

Sementara itu, Haerul Saleh tidak mau berkomentar saat dihubungi awak ZonaSultra melalui sambungan Whatsapp. (B)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib