iklan zonasultra

Baliho Dibakar di Muna, Rajiun Center : Itu Tindakan Pengecut dan Panik

Baliho Dibakar di Muna, Rajiun Center : Itu Tindakan Pengecut dan Panik
DIBAKAR - Baliho bergambarkan Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode M Rajiun Tumada yang dipasang di Jalan Kelapa, Kelurahan Butung-butung, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibakar orang tak dikenal (OTK). (Kasman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Baliho bergambarkan Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode M Rajiun Tumada yang dipasang di Jalan Kelapa, Kelurahan Butung-butung, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibakar orang tak dikenal (OTK).

Selain itu juga, ada beberapa baliho bergambarkan Rajiun juga ada dirusaki dengan cara dirobek.

Atas insiden itu, kordinator Rajiun Center, La Ode Sariba sangat menyayangkan tindakan tersebut, dan meminta pihak kepolisian menindaktegas pelaku pembakaran tersebut. Tindakan yang dilakukan OTK itu, dinilai tak bertanggungjawab dan mencerminkan sebagai pengecut.

iklan zonasultra

“Padahal tahapan Pilkada Muna masih sangat jauh yakni 2020. Baliho juga yang dipasang itu adalah keinginan sendiri masyarakat Muna, dan pak Rajiun tidak tau menahu balihonya dipasang di mana-mana,” kata La Ode Sariba saat ditemui di Warkop The Lowyer Coffe, Jumat (9/8/2019).

Kata Sariba sapaan akrabnya, pihaknya menyerahkan dan meminta pihak kepolisian menindaktegas kejadian tersebut. Dia juga menilai pembakaran tersebut menunjukkan kepanikan yang luar biasa.

(Baca Juga : Pemda Muna: Mai te Wuna untuk Wisata, Jangan Dipolitisasi)

“Saya rasa pembakaran baliho pak Rajiun menunjukan kepanikan yang luar biasa, karena itu akan berdampak secara sistemik masyarakat di Muna. Kita di Rajiun Center akan menjauhi hal seperti itu, karena tidak mencerminkan filosofi kita orang Muna yakni Dopopiapiara, dopopoharagai, dopomamasigho dan dopoangka-angkatau,” ungkap.

Ditanyai terkait tulisan yang terdapat pada baliho tersebut, bahwa mempolitisir tagline ‘Mai Te Wuna’, dirinya menyatakan tagline tersebut memang milik Pemda Muna. Tetapi, untuk tulisan yang ada pada baliho tersebut, pihaknya tidak mengetahui pasti siapa yang membuat baliho. Sebab, selama ini masyarakat sendiri yang simpati dan para pecinta Rajiun Tumada sendiri yang punya inisiatif membuat baliho tersebut.

kordinator Rajiun Center, La Ode Sariba
La Ode Sariba

“Menurut saya keliru orang kalau memandangnya itu dipolitisasi. Ketika sesuatu di pablik di masyarakat, berhak untuk menilainya,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk Pilkada Muna 2020 nanti, siapa saja warga indonesia bisa mencalonkan diri jadi pemimpin di Muna. Untuk itu, dibutuhkan sikap kedewasaan kepada lawan-lawan politiknya nanti.

“Tidak ada undang-undang yang melarang Rajiun turun di Muna,” ucapnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada simpatisan Rajiun Tumada untuk tidak mengambil langkah-langkah reaktif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.

“Kita berharap kepolisian secepatnya dapat menemukan pelakunya,” harapnya. (b)

 


Kontributor : Kasman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib