Banjir di Kendari Menelan Satu Korban Jiwa, Pengungsi Kekurangan Pakaian

Banjir di Kendari Menelan Satu Korban Jiwa, Pengungsi Kekurangan Pakaian
KORBAN BANJIR - Afiq bin Rinwan, balita di RT 20, RW 08, Kelurahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kota Kendari yang meninggal dunia karena terseret arus. Balita yang berusia satu tahun sembilan bulan dilaporkan hanyut sekitar pukul 11.00 Wita. (Istimewa/ZONASULTRA.COM)

Banjir di Kendari Menelan Satu Korban Jiwa, Pengungsi Kekurangan Pakaian KORBAN BANJIR – Afiq bin Rinwan, balita di RT 20, RW 08, Kelurahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kota Kendari yang meninggal dunia karena terseret arus. Balita yang berusia satu tahun sembilan bulan dilaporkan hanyut sekitar pukul 11.00 Wita. (Istimewa/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Akibat luapan air sungai, Afiq bin Rinwan, balita di RT 20, RW 08, Kelurahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kota Kendari terseret arus. Balita yang berusia satu tahun sembilan bulan tersebut terseret arus saat sedang bermain air di sekitar rumahnya. Balita itu dilaporkan hanyut sekitar pukul 11.00 Wita.

meninggal_banjir

Kepala Badan Penangguilangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Boy Ihwansyah mengatakan balita tersebut terseret arus hingga 800 meter sebelum ditemukan warga.

“Dari laporan yang kami terima, saat ditemukan balita itu masih hidup. Tapi air sudah banyak yang dia telan. Awalnya dilarikan ke Puskesmas, terus dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas namun sayang nyawanya tidak tertolong,” kata Boy di posko pengungsian Kali Wanggu, Senin (15/5/2017) siang.

Dengan adanya insiden ini, Boy menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Boy menganggap insiden yang menimpa Afiq adalah murni kelalaian orang tua yang kurang mengawasi anaknya saat bermain air.

Banjir di Kendari Menelan Satu Korban Jiwa, Pengungsi Kekurangan Pakaian

“Harusnya kejadian di Amohalo itu menjadi contoh dan bisa dijadikan pelajaran agar para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya,” jelas Boy.

Selain itu, Boy juga mengatakan pengungsi korban banjir Kali Wanggu saat ini kekurangan pakaian, terutama pakaian dalam. Sementara stok makanan dan obat-obatan masih mencukupi kata dia.

“Sampai sekarang masyarakat banyak mengeluhkan pakaian. Kalau obat-obatan dan makanan masih mencukupi. Kemarin stok pakaian kita cuma cukup untuk lima Kepala Keluarga, dan itu sudah habis kita bagikan,” jelasnya. (A)

 

Reporter : Lukman Budianto
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here