iklan zonasultra

Banjir Kembali Terjang Konut, 50 Rumah Tenggelam, Satu Hanyut

Banjir Kembali Terjang Konut, 50 Rumah Terendam, Satu Hanyut
BANJIR BANDANG - Banjir bandang kembali menerjang wilayah Kabupaten Konawe Utara hingga menyebabkan puluhan rumah nyaris tenggelam. Satu di antaranya hanyut terjang banjir.(Jefri/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Banjir bandang kembali menerjang wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (8/6/2/019). Ratusan rumah di Kecamatan Langgikima, Asera, Andowia, dan Landawe terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 3,5 meter.

Hal itu disebabkan hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Bumi Oheo itu. Sehingga menyebabkan Sungai Walasolo, Lalindu, Lino Moio, Landawe, dan sungai di Langgikima meluap hingga merendami rumah warga. Salah satu rumah warga setempat pun hanyut diterjang arus air. Akibatnya ratusan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Spontan banjir kembali naik. Warga langsung pindah ke tempat yang lebih aman. Parah sekali sekarang ini, soalnya hujan keras. Ada warga yang tidak sempat selamatkan barang-barangnya akhirnya terendam banjir,” ungkap Sudir, warga Kecamatan Asera yang juga salah satu korban banjir.

iklan zonasultra

Baca Juga : Rumah Kebanjiran, Calon Pengantin di Koltim Terancam Pindah Tempat Nikah

Tak hanya itu, jembatan utama di Kecamatan Asera yang menghubungkan ke ibu kota Wanggudu Konut untuk sementara ini ditutup karena sangat membahayakan pengendara yang lewat.

“Di wilayah Kecamatan Asera, Desa Longeo sekitar 50 rumah terendam banjir. Jembatan besi di Asera hampir terendam banjir, arus air keras sekali,” kata Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut Djasmiddin di lokasi banjir.

Baca Juga : Kepala BNPB RI Dijadwalkan Tinjau Lokasi Banjir di Konut

Tim BPBD Konut saat ini tengah mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir, juga melakukan pendataan. Peringatan dini juga dikeluarkan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena arus air meningkat keras.

“Di Asera tepatnya di jembatan besi kita tutup untuk sementara dulu bagi para pengendara. Sebab sangat membahayakan sekali, jangan sampai rubuh. Informasi selanjutnya kami akan sampaikan lagi,” tukasnya. (b)

Berikut Videonya :

 


Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Jumriati
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib