iklan zonasultra

Banjir Sungai Wanggu Belum Surut, Belasan Warga Mulai Terserang Gatal-gatal

Banjir Sungai Wanggu Belum Surut, Belasan Warga Mulai Terserang Gatal-gatal
BANJIR - Warga yang melakukan pengobatan di posko pengobatan siaga 1 banjir Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokes) Kepolisian Dearah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bantaran sungai Wanggu. (Fadli Aksar/ZONASULTRA)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Hujan yang mengguyur Kota Kendari selama dua hari terakhir membuat Sungai Wanggu, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga meluap. Akibatnya puluhan rumah kembali terendam banjir. Warga sekitar pun terpaksa mengungsi sejak Minggu (2/6/2019).

Hingga Senin (3/6/2019) terpantau banjir belum surut. Tampak warga masih berupaya menyelamatkan barang-barangnya. Mereka mengangkut dan membawa sejumlah perabotan di pinggir jalan dan tempat yang lebih tinggi. Tenda darurat pun digelar.

Banjir Sungai Wanggu Belum Surut, Belasan Warga Mulai Terserang Gatal-gatal

iklan zonasultra

Baca Juga : Rumah Tergenang Banjir, Warga Kali Wanggu Butuh Bantuan Tenda

Rendaman banjir di Sungai Wanggu tak hanya membuat warga mengungsi. Namun, banjir kali ini mengakibatkan belasan warga mulai terkena gatal-gatal.

Dokter Polisi Bidang Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sultra, Ipda dr. Muhammad Hasbul mengatakan, sejak membangun posko pengobatan siaga 1 bencana berdasarkan arahan Kepala Biddokes Polda Sultra Minggu kemarin, pihaknya telah menerima 12 korban banjir dengan keluhan yang didominasi gatal-gatal. Lainnya adalah mag dan diabetes.

“Kami sudah menerima 10 orang warga yang mengeluhkan gatal-gatal. Dua orang pagi tadi ada mag, kita berikan obat mag. Yang parah itu ada riwayat operasi karena gula darah yang tidak terkontrol mengakibatkan luka,” ungkap dr Muhammad Hasbul, Senin (3/6/2019).

Banjir Sungai Wanggu Belum Surut, Belasan Warga Mulai Terserang Gatal-gatal

Baca Juga : Sudah Lima Hari Dusun Anambada Koltim Dikepung Banjir

Salah satu korban banjir, Nusran (60) mengaku, sejak air Kali Wanggu meluap Minggu (2/6/2019) sekitar pukul 10.00 Wita, ia bersama dua orang anaknya langsung mengungsi di pinggir jalan dengan mendirikan tenda darurat sendiri. Bahkan sampai Senin pagi tadi, ia belum menerima bantuan.

“Sampai saat ini kita belum terima bantuan makanan, selimut bahkan tenda kami bangun sendiri. Sudah sering kami seperti ini, tapi baru tahun ini banjir hampir setiap bulan,” beber wanita paruh baya ini ditemui saat sedang membersihkan alat makannya. (b)

 


Kontributor : Fadli Aksar
Editor : Jumriati

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib