iklan zonasultra

Banyak Pengguna Kartu Pencari Kerja Tak Melapor ke Disnakertrans Kolut

Kepala Disnakertrans Kolut Yasir Sabara
Yasir Sabara

ZONASULTRA.COM,LASUSUA– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) meminta kepada warga yang telah membuat kartu AK1 atau kartu putih Tanda Pencari Kerja (TPK) agar segera melaporkan statusnya setiap enam bulan sekali.

Kepala Disnakertrans Kolut Yasir Sabara mengatakan pihaknya mencatat ada ratusan pencari kerja (pencaker) dalam setiap tahunnya yang telah membuat AK1 tersebut namun yang melaporkan penetapan pencaker sangat sedikit dibandingkan jumlah penerbitan kartu tersebut.

Kata dia, tujuan pelaporan di Disnakertrans guna mengetahui jumlah pasti para pencaker di Kolut apakah masih berstatus belum bekerja, atau sudah bekerja karena berdasarkan aturan dan ketentuan, pencaker yang telah mengajukan permohonan kartu tersebut wajib melaporkan perkembangannya setiap enam bulan sekali sesuai masa berlaku kartu AK1 tersebut.

“Para pencari kerja yang telah mendapatkan pekerjaan harus melaporkan ke kami terkait status pekerjaannya. Sehingga, kita bisa mengetahui berapa jumlah pencari kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan,” kata Yasir Sabara kepada awak Zonasultra.Com Selasa (8/9/2020).

Dikatakannya, berdasarkan data bidang penempatan dan produkvifitas tenaga kerja yang mengurus kartu AK1 di Kolut sejak tahun 2017 lalu sekitar 164 orang, 2018 sekitar 341 orang, dan di 2019 meningkat 1.035 orang.

“Data 2019 lalu terhitung sejak Januari sampai Desember sebanyak 1.035 orang namun pencari kerja yang melaporkan sesuai ketentuan hanya 23 orang, begitupun agustus 2020 hanya 11 orang dari 413 yang telah mengurus kartu tersebut,” ujarnya.

Kata dia dengan adanya pelaporan penetapan pencari kerja tersebut sangat penting sebab pihaknya akan melakukan penginputan sebagai parameter seberapa tinggi tingkat pengangguran di wilayah tersebut. (B)

 


Kontributor: Rusman
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib