iklan zonasultra

Batal di Kolaka, Pemilihan Ketua Golkar Diambil Alih Provinsi

Batal di Kolaka, Pemilihan Ketua Golkar Diambil Alih Provinsi
MUSDA GOLKAR - Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Kolaka digelar pada Sabtu (29/8/2020). Musda kali ini berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kolaka, di Jalan Pahlawan, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka. (Sitti Nurmalasari/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Kolaka digelar pada Sabtu (29/8/2020). Musda kali ini berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kolaka, di Jalan Pahlawan, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka.

Pelaksanaan pembukaan Musda X Partai Golkar ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sultra Ridwan Bae, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sultra Heri Asiku, Wakil Bupati Kolaka Muhammad Jayadin.

Awalnya musda itu berlangsung aman dan tertib. Namun, saat memulai proses pemilihan terjadi cekcok antara panitia dan pengurus kecamatan (PK). Adu mulut ini terjadi karena mereka tidak diizinkan masuk ke dalam ruang rapat. Akan tetapi, adu mulut ini tidak sampai menimbulkan kekerasan.

Musda pun terhenti selama beberapa jam dari jadwal yang telah ditetapkan, sampai akhirnya diputuskan bila pemilihan tersebut diambil alih oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Sultra.

Wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar Kolaka, Abdul Karim Manga menjelaskan saat memulai pemilihan ada beberapa pengurus kecamatan yang telah mengundurkan diri dan diberhentikan karena melanggar peraturan organisasi, memaksa ikut terlibat dalam proses pemilihan ketua di Musda X Partai Golkar Kolaka.

Kata dia, mereka ini sudah diganti oleh pelaksana yang ditunjuk oleh DPD II Partai Golkar Kolaka. Ia menyebutkan pengurus kecamatan yang telah diganti pelaksana merupakan pengurus kecamatan di Kecamatan Toari, Polinggona, Watubangga, Baula, Kolaka, dan Wundulako.

“Diberikan peringatan tiga kali, tidak ada tanggapan. Tidak ada tanggapan berarti mengundurkan diri. Kita tunjuk pelaksana tugas, mereka diam-diam. Sekalinya mau musda, mereka muncul lagi,” ujarnya.

Karim mengatakan panitia memutuskan untuk meminta DPD 1 Partai Golkar Provinsi Sultra mengambil alih proses pemilihan ini. Sebab dikhawatirkan bila tetap dilaksanakan di Kolaka akan tetap ricuh dan ribut, yang berujung perpecahan.

Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi DPD I Partai Golkar, Dewi Tamburaka menambahkan pihaknya mengambil alih pemilihan karena pengurus partai di Kolaka telah melakukan demisioner. Sehingga, pihaknya akan menggelar sidang di Kendari kemungkinan malam ini atau besok.

“Masalahnya tadi ada kepengurusan yang dobel, sehingga saling klaim. Daripada ribut, kita coba verifikasi ulang di provinsi. Sehingga kita tidak bisa lanjut pemilihan di Kolaka,” tambahnya. (A)

 


Reporter : Sitti Nurmalasari
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib