iklan zonasultra

Beda Pilihan, Kader Posyandu di Baubau Tak Diberi Honor

Beda Pilihan, Kader Posyandu di Baubau Tak Diberi Honor
HONOR - Tiga wanita paruh baya, kader posyandu di Kecamatan Batupoaru, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban politik. Ketiga kader posyandu itu adalah Masrina, Murnia dan Rosfiani. (CR3/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Tiga wanita paruh baya, kader posyandu di Kecamatan Batupoaru, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban politik. Ketiga kader posyandu itu adalah Masrina, Murnia dan Rosfiani.

Pasalnya, honornya selama tiga bulan bekerja tidak diberikan karena diduga tidak mendukung Pasangan Walikota Baubau terpilih, AS Tamrin dan Monianse pada saat pemilihan Kepala daerah beberapa waktu lalu.

Ketika dikonfirmasi, Masrina (42) membenarkan hal tersebut. Kata dia, Meski dirinya sudah berupaya mencairkan honornya, alih-alih diberikan, ia malah mendapatkan pernyataan yang tidak pantas dari Camat Batupoaro, selaku pemberi insentif.

“Saya datang sudah dua kali. Bolak balik. Tetap saja tidak dicairkan. Camatnya malah pertanyakan kiblatnya kita dimana pada saat pemilihan itu hari. Kan parah ini,” ungkapnya.

Kader di Posiandu Matahari, Kelurahan Lanto, Kota Baubau ini mengaku honor yang tidak diberikan itu sebanyak 300 ribu. itu terhitung pengabdiannya di bulan Juli hingga September.

“Memang Kecil, karena setiap bulan itu honornya kita hanya 100 ribu perbulan. Untuk di kasus ini, yang belum diberikan itu hanya bulan 7, 8 dan 9,” jelasnya.

Hal yang sama juga dinyatakan Murnia (45). Menurutnya, pemberian honor ini terkesan pilih kasih. Hal ini mengingat seluruh kader-kader lainnya yang dianggap tidak bermasalah sudah dicairkan sejak kamis kemarin.

“Saya juga kader di posyandu matahari. Ini mi yang kita mengeluhkan. Masa hanya karna beda pilihan honornya kita tidak dikasih. Capeknya kita selama ini tidak dihargai, sementara pemilihan itu hari kan hati nuraninya kita toh,” bebernya.

Ia pun berharap agar camat Batuporo berpikir matang-matang untuk segera mencairkan honornya sehingga persoalan ini tidak akan panjang apalagi sampai ke ranah hukum.

“Harus dicairkan secepatnya. Tidak ada alasan kita tidak dikasih. Kita diangkat melalui SK pengangkatan dan sampai saat ini tidak ada SK pemberhentian jadi kita masih punya honor tetap berjalan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Camat Batupoaro, Syamsudin membantah tudingan tersebut. Kata dia, dalam proses pencairan Honor kader posyandu pihaknya tidak pernah mempertanyakan arah dukungan para kader.

“Tidak benar itu. Saya cuman tanya mereka kemana kemarin kenapa kalian tidak datang terima honornya. Kalau masalah bolak balik itu bukan saya tolak tapi karena saya kira mereka bukan yang datang duluan, jadi saya utamakan dulu yang lainnya,” jelasnya membela diri.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, pemberian honor tidak adil ini bukan hanya dirasakan tiga wanita paruh baya itu. Di kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Kader posyandu inisial HS, MA, dan WN juga belum diberikan honornya. Menurutnya ,mereka sudah datang menghadap ke Camat Batupoaro hanya saja tidak juga diberikan. Diliat dari daftar penerima honor, nama ketiga wanita asal Kobula ini memang diberi tanda titik yang tidak sama dengan lainnya. Dari hasil wawancara ketiganya menduga tidak diberinya honor itu akibat tidak memberikan suaranya kepada wali kota terpilih ketika pilkada lalu. (A)

 


Reporter : CR3
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib