iklan zonasultra

Belum ada WNA China yang Terdeteksi Thermo Scanner di Bandara Haluoleo

Belum ada WNA China yang Terdeteksi Thermo Scanner di Bandara Haluoleo
ALAT PENGUKUR - Thermo Scanner atau alat pengukur suhu badan yang dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Kendari di Bandara Haluoleo. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Penumpang WNA China yang melintas di Bandara Haluoleo Kendari hingga saat ini belum ada yang terdeteksi alat thermo scanner atau pengukur suhu badan yang di pasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Kendari.

Kepala Wilayah Kerja (Wilker) KKP Bandara Haluoleo Rahmawaty mengatakan, belum ada WNA China yang datang di Kendari melalui bandara terdeteksi memiliki suhu badan diatas 38 derajat Celcius, begitu pula warga negara Indoensia.

Baca Juga : Bandara Haluoleo Dipasangi Alat Pendeteksi Suhu, Waspadai Virus Corona

iklan zonasultra

“Rata-rata suhu badan WNA China 33 derajat, sementara secara umum antara 32 hingga 33 derajat,” ungkap Rahmawaty melalui sambungan WhatsApp, Senin (27/1/2020).

Ia menjelaskan, penumpang dengan suhu badan terdeteksi diatas 38 derajat celsius akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas KKP Bandara Haluoleo, sebab salah satu indikasi tubuh manusia yang terinfeksi suhu badannya diatas 38 derajat.

Akan tetapi bahwa apabila suhu badannya mencapai angka tersebut belum bisa dipastikan penumpang terkena virus corona. Karena harus diperiksa lebih lanjut, apalagi saat ini belum diketahui masa inkubasi dari virus tersebut.

Airport Manager Lion Group Kendari, Imam Subiyanto mengatakan, pesawat Batik Air 6725 direct dari Jakarta ke Kendari setiap harinya mengangkut penumpang WNA China kurang lebih 30 orang.

Sebelumnya, KKP Kelas II Kendari memasang telah alat pendeteksi suhu badan di pintu kedatangan Bandara Haluoleo Kendari sejak November 2019 lalu. Hal ini seiring dengan pengawasan terhadap indikasi penyebaran virus corona di negara tetangga salah satunya China.

Pelakasan Tugas (Plt) Kepala KKP Kelas II Kendari Adha F Ondu mengatakan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk siap siaga terhadap penyeberan virus tersebut meskipun di Indonesia belum masuk.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Yusuf Hamra mengatakan, wuhan coronavirus merupakan virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Virus corona merupakan kelompok jenis virus baru yang dikenal dengan sebutan 2019-nCoV.

Baca Juga : Cerita Hidayatullah, Cemas Kondisi Anaknya di Cina Akibat Virus Corona

Virus ini diduga bersifat zoonosis, yang penularannya terjadi antara hewan ke manusia. Namun seiring dengan bertambahnya kasus, pemerintah China mengkonfirmasi bahwa telah terjadi penularan antar manusia.

Hingga saat ini belum ada vaksinasi maupun pengobatan yang tersedia untuk infeksi dari virus 2019-nCoV.(A)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Abd Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib