iklan zonasultra

Bisnis Pincara di Konut jadi Sumber Penghasilan Baru

Bisnis Pincara di Konut jadi Sumber Penghasilan Baru
PENYEBRANGAN PINCARA - Penyebrangan menggunakan pincara dengan memamfaatkan sungai di Desa Lambuluo Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang menghubungkan Desa Tani Indah Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe yang dijadikan alternatif menuju Kota Kendari.(MURTAIDIN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pincara, alat penyeberangan sungai sederhana kini sedang menjadi sumber mata pencaharian yang menjanjikan bagi warga desa Lambuluo, kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jalur ini menjadi pilihan praktis bagi masyarakat untuk bisa mengakses kabupaten Konut dan kota Kendari melalui desa Tani Indah di kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe.

Pasalnya, kebutuhan masyarakat untuk mengkases daerah Konut dengan Kota Kendari secara cepat, menjadikan jasa penyebarangan berbahan dasar papan ini begitu laris.

Besarnya omzet yang dihasilkan tak lepas dari para pengguna kendaraan roda dua dari Konut menuju Kendari, mayoritas melalui jalur itu karena dianggap sangat dekat dan terbilang cukup aman. Karena jarak tempuh Konut ke Kendari hanya sekitar 2 jam, sementara kalau melewati jalan umum bisa menghabiskan waktu hingga 3 jam.

Setiap kendaraan yang menggunakan jasa pincara diwajibkan membayar beban sebesar Rp.10 ribu sekali menyebrang. Sementara dalam satu trip, kadang kala pincara yang dijalankan menggunakan mesin katinting itu bisa memuat lima hingga tujuh unit sepeda motor.

“Tergantung jumlah motor yang lewat sini. Tapi dalam sehari kita bisa dapat penghasilan sekitar Rp1 juta,” kata salah satu pemilik pincara, Jumat (12/10/2018).

Sulham, salah satu warga Konut yang setiap minggu masuk Kota Kendari mengaku dirinya selalu memamfaatkan jasa penyebrangan pincara. Karena jarak tempuh yang dianggap cukup dekat.

“Lewat sini (Pincara) dekat, dari pada mutar lewat jalan poros. Di sini kita jalan santai, nda ada mobil hanya motor saja yang lalu lalang,” ujar Sulham.

Sulham yang merupakan warga Kelurahan Wanggudu, kecamatan Asera ini mengharapkan pemerintah dapat membuat jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lambuluo di Konut dengan desa Tani Indah, kabupaten Konawe.

“Bisaji kayaknya dipasangkan jembatan gantung. Kan jaraknya cuman sekitar 100 meter. Semoga pemerintah dapat melihat ini,” harapnya. (C)

 


Reporter: Murtaidin
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib