iklan zonasultra

BKSDA Sultra Buat Desain Pembangunan Pusat Konservasi Anoa di Konsel

BKSDA Sultra Buat Desain Pembangunan Pusat Konservasi Anoa di Konsel
BKSDA SULTRA - Desain Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra untuk pembangunan Pusat Konservasi Anoa (PKA) di Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). (ISTIMEWA).

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah membuat konsep atau desain pembangunan Pusat Konservasi Anoa (PKA) di Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kepala Balai KSDA Sultra Sakrianto Djawie melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra Laode Kaida mengatakan, konsep yang dibuat adalah disesuaikan dengan hari jadi Provinsi Sultra tanggal 27 April 1964. Luas lahan didesain 2 hektar yang berbentuk bulatan bumi. Di dalamnya akan dibangun 27 bangunan dengan 4 zona. Empat zona tersebut adalah zona perawatan, pengembangbiakan, demplot pakan satwa dan bangunan pendukung.

Baca Juga : BKSDA Sultra Amankan 61 Kayu Bayam Hasil Illegal logging

iklan zonasultra

Target Anoa yang akan dilepasliarkan dalam kawasan tersebut yakni 64 ekor dari hasil sitaan dan pengembangbiakannya akan dilakukan di PKA tersebut, sehingga dapat menjadi slogan selamat datang di Bumi Anoa Sultra bukan sekedar ucapan lagi, tapi perwujudannya dapat dilihat secara langsung dan menjadi jati diri Sultra yang telah terbentuk sejak hari jadinya tersebut.

“Kita masih usulkan tahun ini, dan semoga di tahun 2021 bisa disetujui oleh pusat di Kementerian LHK. Kita berupaya,” ungkapnya melalui pesan whatsapp, Kamis (30/1/2020).

Adapun tujuan dari pengusulan konsep PKA ini adalah, sebagai tempat pemeliharaan dan perawatan satwa Anoa hasil sitaan atau penyerahan sukarela dari masyarakat sesuai standar pemeliharaan satwa. Kemudian sebagai tempat pengembangbiakan Anoa yang sesuai standar, sebagai tempat transit untuk proses habituasi Anoa sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya serta sebagai pusat edukasi dan riset anoa tingkat lokal dan internasional.

Kawasan pusat konservasi ini juga tergolong ke dalam wisata minat khusus saja, yang diperbolehkan hanya untuk pengamatan burung, flora, penelitian dan tidak ada wisata bagi pengunjung umum.

Baca Juga : Ini Langkah BKSDA Sultra Atasi Konflik Buaya dengan Manusia

Untuk diketahui, jumlah populasi Anoa lingkup BKSDA Sultra berdasarkan hasil monitoring menggunakan metode pengamatan camera trap yang dipasang di sepanjang jalur pengamatan dan tempat kubangan Anoa totalnya ada 197 ekor.

Penyebarannya di Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Site Tambeanga tahun 2019 tercatat ada 37 ekor. Selanjutnya di Site Tanjung Gomo ada 43 ekor. Suaka Margasatwa Buton Utara (Butur) Site Elhaji ada 77 ekor, dan Site Ronta 40 ekor. Sehingga total keseluruhan ada 197 ekor. (a)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Kiki

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib