iklan zonasultra

BNNP Sultra Minta Guru Aktif Sosialisasi Bahaya Narkoba

BNNP Sultra Minta Guru Aktif Sosialisasi Bahaya Narkoba
BNNP SULTRA - Dalam mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau pendidikan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta semua guru yang ada di Kota Kendari agar bersinergi. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dalam mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau pendidikan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta semua guru yang ada di Kota Kendari agar bersinergi.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Ghiro Prawijaya mengungkapkan, peran guru sangat penting dalam mengedukasi remaja terkait bahaya narkoba. Seorang guru dianggap mempunyai peran yang besar dalam memberikan pengetahuan kepada seorang siswa karena guru yang akan mendidik seorang siswa untuk menjadi generasi yang baik.

“Guru itu kan bukan hanya mengajar tetapi mendidik. Salah satu tugasnya adalah pendidikan, mendidik, mendidik itu bagaimana manusia berperilaku dan bagaimana manusia itu menghormati orang lain, bisa memperlakukan dirinya dengan baik sehingga kami menggunakan mereka supaya bisa mendidik (siswa) untuk antinarkoba,” ungkap Ghiri usai Bimbingan Teknis Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di instansi pendidikan, Kendari, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, guru juga merupakan garda terdepan untuk mendidik para murid sehingga tidak terpapar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ia pun berharap, para guru di Kendari bisa menjadi contoh, bagi para siswa dalam mencegah peredaran gelap narkotika.

“Juga bisa memberikan teladan, bisa menjelaskan, mengajarkan, membimbing dan kemudian mendidik yang terpenting bagaimana bisa mengkampanyekan antinarkotika, jadi kader-kader antinarkotika,” harapnya.

Dengan demikian, Ghiri mengungkapkan, seorang siswa dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba, dan juga dapat mengeluarkan hal-hal yang baik kepada rekan-rekannya, dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, menurut dia, dengan berkurangnya pengguna maka dapat mempersempit ruang gerak pengedar dan bandar narkoba.

BNNP Sultra Minta Guru Aktif Sosialisasi Bahaya Narkoba

“Sehingga diharapkan (pengguna) narkoba akan turun, dengan harganya turun maka tidak ada pengguna lagi. Lebih baik kita mencegah daripada kita mengungkap, itu prinsipnya,” tegasnya

Semantara itu, seorang peserta bimbingan teknis, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (POJK) SMKN 1 Kendari, Muhammad Rasman mengatakan dirinya selalu memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada siswanya melalui mata pelajaran POJK.

“Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik karena khusus mata pelajaran saya POJK itu ada materi-materi tentang narkoba jadi setiap materi tersebut disampaikan kepada siswa-siswa yang saya ajarkan sesuai dengan jadwal yang masing-masing tentu kami juga berharap agar siswa kami tidak ada yang terlibat pada peredaran ataupun penggunaan gelap narkoba,” ucapnya.

Peserta lainnya, Guru Agama SMAN 10 Kendari, Tuneng mengungkapkan dalam melakukan upaya pencegahan narkoba pihaknya selalu bekerja sama dengan BNN dan dinas kesehatan di kecamatan.

“Pertama itu kami mengadakan kerja sama dengan pihak-pihak terkait utamanya dari kesehatan dan BNN dan itu hampir setiap saat mereka datang memberikan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sebelum corona itu mereka selalu datang memberikan sosialisasi P4GN ini,” ucap ibu tersebut. (B)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib