iklan zonasultra

BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemprov Sambangi Korban Banjir Konut

BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemprov Sambangi Korban Banjir Konut
BANJIR KONUT - Pj Gubernur Provinsi Sultra Teguh Setyabudi (koko), Kepala BPJS Ketengakerjaan Cabang Kendari La Uno (merah), Wakil Bupati Konut Rauf (biru) saat meninjau lokasi banjir di Konut, Sabtu (26/5/2018). (Dokumentasi BPJS Ketenagakerjaan)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kendari bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) meninjau lokasi dan korban banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sabtu (26/5/2017).

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kendari La Uno mengatakan, kunjungan ini adalah sebagai bentuk kepedulian pihaknya bersama seluruh pihak terhadap bencana alam yang menimpa warga Konut. Apalagi sejumlah bahan pokok disana terpantau mahal.

Sehingga dengan adanya bantuan ini, dapat memberikan keringan kepada korban yang banyak kehilangan harta bendanya.

(Baca Juga : PT Manunggal dan Klinik Rapha Bantu 912 Jiwa Korban Banjir di Konut)

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan korban diberikan ketebahan,” ungkap La Uno.

Sementara itu, Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi mengatakan pemerintah provinsi siap memberikan berapa pun kebutuhan yang dibutuhan warga terutama pangan.

“Pemerintah Provinsi siap menyalurkan beras berapa ton pun untuk membantu Penduduk Konawe Utara yang terkena banjir,” kata Teguh Setyabudi.

Bantuan yang disalurkan antara lain selimut, terpal, paket sandang, alat rumah tangga, skupang, mie instan, obat – obatan dan makanan bayi.

(Baca Juga : BMH Tembus Medan Sulit Salurkan Bantuan Korban Banjir Konut)

Kemudian, bantuan tersebut berasal dari berbagai instansi, baik itu dari Pemerintah Provinsi, SKPD dan BPJS Ketenagakerjan. Adapun mekanisme penyaluran bantuan tersebut akan diberikan ke Pemerintah Kabupaten Konut dan disalurkan oleh Dinas Sosial setempat, agar penyalurannya merata.

Untuk diketahui, banjir yang terjadi di Konut telah menenggelamkan lebih dari 10 desa, yang menyebabkan banyaknya hasil pertanian yang gagal Panen. Selain itu ada salah satu desa yang digenangi tidak hanya air tapi juga lumpur yang tingginya sampai lutut orang dewasa. Selain itu, terdapat juga wilayah yang tergenang sampai mencapai ketinggian tiga meter bahkan adapun wilayah yang terisolir. (B)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib