BPK RI: Pemda Konut Jadi Contoh Pengelolaan Keuangan Terbaik di Sultra

SOSIALISASI- Bupati Konut, Ruksamin, saat memberikan sambutanya dalam kegiatan ceramah umum pengelolaan keuangan yang baik dan benar serta akuntabel yang dibawakan oleh anggota VI BPK RI, Harry Azhar di aula Konasara, Sabtu(19/1/2018).(Jefri/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU– Mendapat perhatian dan apresiasi besar dari Badan Pemeriksa Keuagan (BPK) RI, mengapresiasi, predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang diraih Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 2017 lalu.

Hal itu disampaikan anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis saat kunjungan kerja di Konut pada Sabtu (19/1/2018). Kegiatan ceramah umum oleh Azhari itu mengangkat tema tentang pengelolaan keuangan yang baik dan benar serta akuntabel bertempat di Aula Konasara yang yang dihadiri wakil Bupati Konut, Raup serta jajaran SKPD Konut, pemerintan Kecamatan, Lurah, Desa dan bendahara se-Kabupaten Konut.

Dikatakannya, pemerintahan Konut di bawah kendali Ruksamin-Raup selaku Bupati dan Wakil Bupati Konut telah membuktikan keseriusannya memimpin daerah yang berdiri sejak 2007 itu, dengan menjadi salah satu tempat teritori yang terbaik dalam tataran pengelolaan anggaran yang apik dan transparansi. Hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain, khususnya yang ada di Sultra.

Keluar dari predikat disclaimer atau kata lain sering mendapat temuan penggunaan anggaran selama bertahun-tahun, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi Xl DPR RI itu, Ruksamin-Raup telah memulihkan nama baik Konut dalam komposisi pengelolaan keuangan.

“Di masa pemerintahan sebelumnya Konawe Utara selalu mendapat disclaimer yang kalau dalam perguruan tinggi itu nilainya D berarti tidak baik. Tapi di masa kepemimpinan pak Ruksamin dan Pak Raup saat ini disclaimer itu telah berubah menjadi WDP yang dalam status ini berarti sudah lulus tinggal selangkah lagi,” kata Harry Azhar Azari.

“Saya harap ini menjadi stimulus untuk terus melakukan pembenahan dalam tatanan pengelolaan keuangan. Saya yakin tahun depan pemerintah konut dapat meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP),” tambahnya.

Bupati Konut, Ruksamin mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi pencerahan yang bermanfaat dan pendorong untuk sistem kepemerintahannya baik dari tingkat desa maupun kabupaten dalam tataran pengelolaan keuangan.

Diakuinya, daerah yang dipimpinya saat ini selalu menempatkan posisi terbaik dalam pengelolaan anggaran baik yang bersumber dari APBD, APBN maupun DAK. Soal Penyerapan anggaran tertinggi untuk wilayah Sultra, tak lepas dari peran dan dukungan serta kekompakan kerja seluruh stakeholder terkait. Dirinya optimis 2018 dapat meraih predikat tanpa pengecualian (WTP).

Untuk mencapai tujuan itu, dirinya bersama wakil bupati Konut, memperketat sistem pelaporan keuangan seperti, proses pembendaharaan yang lebih baik, pelayanan permintaan pencairan dana di lakukan secara selektif, proses surat pertanggung jawaban (SPJ) dilakuan dengan tersentrilasasi.

Lanjutnya, bendahara pengeluaran melakukan transaksi non tunai, penyetoran pendapatan asli daerah (PAD) di stor langsung ke bank, melakukan rekonsilidasi data aset, pelatihan penyusunan keuangan, menindak lanjut proses BPK, dan melakukan penekanan kepada para SKPD untuk segera menyetorkan laporan kegiatan.

“Dan masih banyak yang kami lakukan agar semuanya betul-betul berjalan baik tak hanya pada sistem pelaporan keuangannya saja. Untuk mencapai WTP upaya kami kerja secara tuntas dan ikhlas. Semua penuh tahapan dan proses, insya allah kami yakin bisa melewati itu,” tukasnya. (B)

 

Reporter: Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here