iklan zonasultra

Bulog Sultra Datangkan Daging Kerbau Beku dari Jakarta

Kepala Bulog Divre Sultra Ermin Tora
Ermin Tora

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatangkan lima ton daging kerbau beku ke Kendari melalui jalur laut dari Jakarta.

Kepala Bulog Divre Sultra Ermin Tora mengatakan, suplai daging kerbau beku merupakan program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Selain itu, ini juga merupakan alternatif pemerintah dalam menyediakan kebutuhan daging di masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Adanya daging kerbau beku ini bukan untuk bersaing dengan daging sapi, tapi kita coba hadirkan daging dengan harga yang cukup murah atau terjangkau yakni Rp80 ribu per kg,” katanya saat ditemui di Gudang Bulog Punggaloba usai acara pelepasan beras, Selasa (24/9/2019).

Sejak akhir 2018, menurutnya penjualan daging kerbau mulai meningkat dan diminati oleh masyarakat di Sultra khususnya di Kendari.

Baca Juga : Stok Beras di Bulog Sultra Cukup Hingga 2020

Bulog menyimpan daging kerbau beku tersebut di Gudang Bulog Mandonga dalam mesin pembeku. Sementara penyalurannya kepada penjual melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang ada di masyarakat.

RPK merupakan mitra Bulog dalam mendistribusikan beras, minyak, gula dan termasuk daging beku yang jumlahnya sudah mencapai 800 outlet se Sultra.

Ermin menegaskan bahwa penjualan daging kerbau beku sudah memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Setiap minggu kita sekarang datangkan daging kerbau beku ini sebanyak 5 ton dan itu sesuai kapasitas penyimpanan kita, dan alhamdulilah sudah mulai diminati beberapa mitra kami juga mengatakan sering mengkonsumsi daging kerbau karena rendah lemak serta,” ungkapannya.

Kemudian kelebihan lain dari daging kerbau beku tersebut adalah tidak memiliki tulang, artinya yang dijual semuanya adalah daging.

Untuk diketahui, daging kerbau beku itu diimpor oleh pemerintah pusat dari India. (B)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib