Bupati Mubar Resmikan Festival Ogoh-ogoh VII

Bupati Mubar Resmikan Festival Ogoh-ogoh VII
FESTIVAL OGOH-OGOH - Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode M Rajiun Tumada bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) meresmikan Festival Ogoh-Ogoh VII, yang dilaksanakan di lapangan Sepak Bola Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Selasa (5/3/2019). (Kasman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Bupati Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) LM Rajiun Tumada meresmikan Festival Ogoh-ogoh VII yang dilaksanakan di lapangan Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Selasa (5/3/2019) sore.

Peresmian Festival Ogoh-ogoh ini turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Mudim Aristo, yang mendampingi Rajiun meresmikan festival tersebut. Hadir pula Wakil Bupati Mubar Achmad Lamani, dan Sekda Mubar LM Husein Tali.

Rajiun mengatakan, festival ini merupakan bentuk kreativitas dan kerajinan pemuda Hindu yang ada di Mubar. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi komunitas Peradah Hindu yang telah melaksanakan festival tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia Festival Ogoh-ogoh VII di Mubar ini. Saya juga mengajak kepada pemuda, tokoh adat, dan masyarakat Hindu untuk terus membantu tercapainya percepatan pembangunan di Mubar ini,” ujar mantan Kasatpol PP Sultra ini.

Rajiun juga menyebut festival ini sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Mubar, yakni saling memaknai dan memahami antara satu suku dengan suku yang lainnya.

“Mubar adalah miniaturnya Indonesia mini karena terdiri dari berbagai macam suku yang saling menghormati. Olehnya itu di Mubar ini ada yang namanya Desa Suka Damai,” ungkap Rajiun.

Tokoh masyarakat Suku Bali di Mubar, Ketut Putrayaksa menjelaskan, festival ogoh-ogoh ini bermakna mengusir roh-roh jahat yang ada di daerah ini atau untuk mensterilkan alam semesta. Lanjut dia, ogoh-ogoh berbentuk monster yang sangat seram, yang menjadi simbol roh jahat atau bisa disebut kala atau setan.

“Acara ini bukan sampai di sini saja, sebab besok malamnya kita akan melakukan acara pengerupukan atau ogoh-ogoh yang berbentuk kala atau setan ini kita akan bakar untuk menghilangkan roh-roh jahat dari dunia ini,” tuturnya.

Sebelum ogoh-ogoh ini dibakar di pura masing-masing, terlebih dulu masyarakat Hindu akan mengarak ogoh-ogoh tersebut keliling desa. (b)

 


Kontributor : Kasman
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib