iklan zonasultra

Cegah Radikalisme, UHO Kendari Kumpulkan Mahasiswa Bidikmisi

Cegah Radikalisme, UHO Kendari Kumpulkan Mahasiswa Bidikmisi
DISKUSI - Bidikmisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar Diskusi panel dengan tema "Menangkal Radikalisme, Merangkai Kebhinekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Damai", di gedung rektorat ruang rapat senat lantai 4, Jumat (22/12). (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

Cegah Radikalisme, UHO Kendari Kumpulkan Mahasiswa BidikmisiDISKUSI – Bidikmisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar Diskusi panel dengan tema “Menangkal Radikalisme, Merangkai Kebhinekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Damai”, di gedung rektorat ruang rapat senat lantai 4, Jumat (22/12). (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA, KENDARI – Program beasiswa Bidikmisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar Diskusi panel dengan tema “Menangkal Radikalisme, Merangkai Kebhinekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Damai”, di gedung rektorat ruang rapat senat lantai 4, Jumat (22/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa bidikmisi UHO, serta pemateri-pemateri berkompeten dari berbagai bidang, salah satunya Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muslim, perwakilan Polda Sultra, Badan Intelejen Negara (BIN).

Kepala pengelola asrama bidikmisi UHO, Pendais Haq mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses mewujudkan wajah baru di UHO, agar UHO tidak lagi dicap sebagai kampus yang berpotensi radikalisme.

Hal itu berdasarkan hasil survei yang dirilis dari beberapa lembaga survei, utamanya Litbang Kementerian Agama, dan Polda Sultra bahwa UHO masuk dalam kategori urutan ke 4 di Indonesia sebagai kampus yang memiliki potensi radikalisme.

“Ini bisa menjadi ancaman kedepannya antara hubungan antar umat beragama dan hubungan masyarakat secara horizontal,” ujarnya saat ditemui usai acara, Jumat (22/12/2017).

Karena itu, lanjut Pendais, perlunya dilakukan langkah-langkah untuk mengubah UHO menjadi kampus yang ramah, dapat mengimplementasikan ajaran agama yang damai, toleran, serta dapat saling menjaga keharmonisan antara satu dengan lainnya.

“UHO yang dianggap menjadi sentrum dari berbagai macam gerakan yang bergerak di Sultra, di sini harus ditata dengan baik tanpa adanya radikalisme dalam artian anti kekerasan terhadap agama, ideologi, gerakan. Termasuk gerakan yang ingin merubah negara ini,” kata dia.

Dengan adanya diskusi tersebut, ia berharap kedepannya harus dipikirkan bagaimana membangun pemahaman-pemahaman agar tidak anti terhadap Demokrasi dan mencintai NKRI harga mati. (B)

 

Reporter : Sri Rahayu
Editor : Kiki

iklan halo sultra 2018

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib