iklan zonasultra

CEK FAKTA : Prabowo Sebut Banyak BUMN yang Goyah Salah Satunya Garuda

Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto (Sumber Foto : tirto.id)
Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto (Sumber Foto : tirto.id)

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Debat terakhir calon presiden dan wakil presiden digelar Sabtu 13 April 2019.

Debat pamungkas yang mempertemukan masing masing capres dan cawapres. Pada sesi ke empat debat berlangsung semakin sengit. Ke dua kandidat saling beradu argument.

Debat capres terakhir ini mengusung tema infrastruktur, investasi, ekonomi perdagangan industri dan kesejahteraan sosial.

iklan zonasultra

Prabowo kembali menyinggung banyaknya BUMN di Indonesia yang nasibnya goyah padahal BUMN-BUMN yang jumlahnya hampir 100 yang tersebar di berbagai sektor itu merupakan benteng terakhir perekonomian Indonesia. Salah satu yang disebut Prabowo adalah PT Garuda Indonesia Tbk.

(Baca Juga : Haerul Saleh Optimis Prabowo Kuasai Debat Terakhir)

Dari beberapa penelusuran Cek Fakta kondisi keuangan perusahaan pelat merah itu meprihatinkan. Perusahaan ini sulit mencapai Break Even Point (BEP). BEP sendiri merupakan titik dimana pendapatan dan modal berada di posisi yang sama.

Data lain juga diungkap Bloomberg Garuda Indonesia baru bisa mencapai BEP jika tingkat factor muat penumpang (load factor) mencapai 121 %. Sedangkan menurut data load factor Garuda Indonesia rata-rata hanya berada di angka 80 %.

Pada 2018 lalu Pahala Mansyuri yang kala itu menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia mengungkapkan perusahaan itu sulit keluar dari jerat kerugian lantaran terjadi kenaikan bahan bakar serta rupiah yang tengah terdepresiasi.

(Baca Juga : Haerul Saleh Optimis Prabowo – Sandi Menang di Sultra)

Sebelumnya pada Juli 2018, PT garuda Indonesia melaporkan masih mencatatkan kerugian US$116,85 juta sepanjang paruh pertama tahun ini atau menyusut 58,55 persen dari angka kerugian yang diderita perusahaan pada periode yang sama tahun 2017 US$281,92 juta.

Garuda Indonesia termasuk 21 BUMN yang tidak mampu menyetorkan dividen lantaran mengalami kerugian selama dua tahun terakhir . Selama semester pertama 2017 derita kerugian perusahaan mencapai US$ 283,8 juta atau setara Rp 3,77 triliun dengan kurs mencapai Rp 13,314. Di luar non recurring expense kerugian bersih mencapai US$138. *

 


Rosniawanti

Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4500857/bpn-salahkan-pemerintah-soal-nasib-garuda-indonesia

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3614487/4-cara-garuda-indonesia-hindari-kerugian-di-2018

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181122165656-12-348460/kpk-ungkap-penyebab-garuda-indonesia-merugi-tiap-tahun

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib