iklan zonasultra

iklan zonasultra

Cerita Tentang Warga Kendari yang Ditembak Mati dan Anaknya yang Masih Bayi

1210
Cerita Tentang Warga Kendari yang Ditembak Mati dan Anaknya yang Masih Bayi
TEMBAK MATI - Kediaman almarhum Michael di Jalan Chairil Anwar, Wua-Wua, Kendari pada Jumat (4/5/2018). Masih tampak sejumlah susunan kursi dan tenda biru yang terpasang. (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA,COM, KENDARI – Michael Ramon Rimbing (30) yang ditembak mati di Palembang, Sumatera Selatan (Sulsel) telah dimakamkan kemarin, Kamis (3/5/2018) di Pekuburan Punggolaka, Puuwatu Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Michael dikenal sebagai seorang pegawai kontrak di PLN Wua-wua Kendari.

Saat zonasultra.com berkunjung ke rumah Michael di Jalan Chairil Anwar, Wua-Wua Kendari pada Jumat pagi (4/5/2018), masih tampak sejumlah susunan kursi dan tenda biru yang terpasang. Namun beberapa keluarga Michael belum mau menerima kehadiran wartawan terkait Michael.

“Jangan yah, ini media apa. Pokoknya jangan dulu yah,” kata seorang ibu penuh raut kesedihan sambil mempersilakan untuk pergi.

Cerita tentang Michael didapat dari tetangganya yang tak mau menyebut nama. Menurut dia, jasad Michael diantar di rumah duka pada pukul 12.00 Wita kemarin yang langsung dikebumikan. Sejumlah tetangga turut melayat di rumah Michael.

“Ada istrinya itu, baru satu anaknya mereka. Belum lama mereka punya anak, baru berumur bulanan itu anak. Dia (Michael) kerja di PLN situ,” kata tetangga Michael sambil menunjuk PLN Wua-Wua yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah Michael.

Dia bercerita bahwa Michael merupakan warga setempat yang memang dari kecil tinggal di Jalan Chairil Anwar. Michael dan keluarga bukanlah asli Kendari tapi berasal dari Manado. Ayah Michael dan Michael sempat dikenal sebagai pengrajin gambol.

“Keluarga mereka sudah lama tidak bikin gambol, apalagi bapanya Michael kan sudah meninggal juga 5 bulan lalu. Dulu kebanyakan rumah-rumah di sini kerjanya bikin gambol, tapi itu pada tahun 2000-an, waktu gubernur Kaimuddin kan ada bantuan untuk pengrajin gembol, sekarang hanya tinggal satu dua rumah,” ujar dia.

Michael ditembak mati petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan dan Polresta Palembang di Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin pada 28 April 2018 lalu. Michael tak sendiri, temannya Erwin Oroh (26) dan Jonly Alvin Wowor (27) juga ditembak mati.

Seperti dikutip dari tribunmanado.co.id, ketiganya ditembak mati Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan. Michael, Erwin, dan Jonly harus meregang nyawa lantaran melakukan perlawanan dan berusaha merebut senjata polisi saat akan ditangkap. Mereka terlibat aksi penyelundupan sabu 5,1 kilogram. (A)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib