iklan zonasultra

Cerita Tim Pengibar Merah Putih di Perusahaan Tiongkok, Morosi

Cerita Tim Pengibar Merah Putih di Perusahaan Tiongkok, Morosi
HUT RI - Suasana pengibaran bendera merah putih di upacara peringatan HUT RI ke 73 di pelataran perusahaan PT VDNI, Morosi, KOnawe, 17 Agustus 2018. (Ilham Surahmin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,UNAAHA-Bersama 36 kawannya, Andika Rahadian Pratama tiba di Konawe, tepatnya di Morosi, lokasi perusahaan smelter raksasa, PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI), Kamis (16/8/2018) pagi. Mereka dipercaya menjadi tim pengibar bendera merah putih, saat upacara peringatan HUT RI ke 73, Jumat (17/8/2018), pagi ini.

Andika adalah purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2017. Di Morosi, ia kebagian tugas membentangkan bendera. Sedangkan karibnya, Aditya Dwi Baginda didaulat jadi penarik bendera. Sementara komandan pasukan delapan dipercatakan pada Dony Syarifuddin. Sementara pasukan lainnya direkrut dari SMA Kartika.

Ditemui zonasultra.com sebelum pelaksanaan upacara, Andika mengaku, mereka baru pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan smelter terbesar di Sultra itu. Tidak ada latihan khsusus untuk mengibarkan bendera disini, hanya satu hari saja.

Cerita Tim Pengibar Merah Putih di Perusahaan Tiongkok, Morosi

“Kami sampai kemarin (16/8), pukul 09.00 pagi langsung latihan, dan kami tidak pulang lagi kami tinggal di rumah warga sekitar,” ungkap Andika kepada zonasultra, Jumat (17/8/2018).
Sementara itu, Aditya mengungkapkan ia bersama temannya sulit mencari rumah warga untuk tempat menginap, karena jumlah mereka yang cukup banyak sehingga warga sempat menolak.

Untungnya ada warga yang empati dan mau menampung mereka sebelum pelaksanaan pengibaran bendera hari ini. “Lumayan jauh dari sini, tapi saya lupa namanya desa apa mas,” tukasnya.

Aditya sebagai Purna Paskibraka Provinsi Sultra 2017 yang pernah mengibarkan bendera di hadapan Plt Gubernur Provinsi Sultra Saleh Lasata mengaku ada yang berbeda, karena meraka harus mengibarkan bendera di hadapan sejumlah masyarakat asing.

Walaupun rasa tegang lebih tinggi ketika menjadi petugas di Provinsi tapi suasana berbeda di PT VDNI menjadi salah satu tantangan tersendiri. “Kami tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam waktu singkat ini, dan semoga sukses mengibarkan bendera merah putih disini,” tukasnya.

Untuk diketahui, meski PT VDNI “bermerek” Tiongkok, tapi nasionalisme juga ada di tempat itu. Perusahaan tersebut ikut menggelar upacara bendara dalam rangka perayaan HUT RI ke-73 tahun 2018.

Cerita Tim Pengibar Merah Putih di Perusahaan Tiongkok, Morosi
Karyawan PT VDNI asal Tiongkok, ikut menonton acara upacara HUT RI tersebut. Mereka mengangkat Ponsel, merekam detik demi detik Merah Putih berkibar di Langit Morosi

Upacara digelar di lapangan kantor PT VDNI dan diikuti oleh peserta upacara yang merupaka karyawan lokal maupun karyawan asing asal Tiongkok sekitar pukul 09.00 WITA.

Salah satu momen yang paling ditunggu dari pelaksanaan upacara HUT RI adalah pengibaran bendara merah putih. Petugas pengibar bendera didatangkan langsung dari Kota Kendari.
Mereka berjumlah 37 orang dari SMA Kartika Kendari. Kabarnya, urusan pendatangkan pengibar merah putih di VDNI di tangani pihak Even Organiser (EO).

Cerita Tim Pengibar Merah Putih di Perusahaan Tiongkok, MorosiPantuan zonasultra.com, di lokasi upacara, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah General Manager (GM) PT VDNI Rudi Rusmadi dan dihadiri sejumlah jajaran staf PT VDNI dan tamu udangan.

Rudi dalam sambutannya, mengatakan pelaksanaan ucapara HUT RI ke-73 ini merupakan bentuk komitmen dari PT VDNI sebagai bagian dari negara Indonesia dan turut serta dalam mensejahterakan bangsa Indonesia.

Hal itu dijelaskan Rudi selaras dengan tujuan berdirinya pabrik Smelter ini di Kabupaten Konawe yang tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satu bukti, dengan merekrut tenaga kerja lokal sekitar dan telah mengirim sebanyak 80 putra putri daerah itu untuk belajar tentang peleburan nikel dan pembangkit listrik ke Tiongkok.

“Setelah sekolah disana kami harapkan, mereka bisa mengimplementasikan ilmunya pada bagian penting dari pabrik Smelter ini,” tukasnya. Pelaksanaan upacara HUT RI ke-73 ini juga menjadi tontonan sendiri bagi para pekerja asing Tiongkok, di mana mereka banyak yang merekam dan mengambil momen pengibaran bendara merah putih.(A)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Abdi MR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib