iklan zonasultra

Cerita Yayu Mahasiswi di Wuhan Asal Kendari, Tetap Lanjutkan Kuliah Via Online

Yayu Indah Maharani Hidayatullah, mahasiswi Hubey University of Science and Technology di Kota Wuhan, China, asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya bernapas lega, Setelah tiba di Bandara Haluoleo, Konawe Selatan (Konsel), Sultra.
MAHASISWI WUHAN - Yayu Indah Maharani Hidayatullah, mahasiswi Hubey University of Science and Technology di Kota Wuhan, China, asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat tiba di Bandara Haluoleo, Konawe Selatan (Konsel), Sultra. (Randi Ardiansyah/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Yayu Indah Maharani Hidayatullah, mahasiswi Hubey University of Science and Technology di Kota Wuhan, China, asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya bernapas lega, Setelah tiba di Bandara Haluoleo, Konawe Selatan (Konsel), Sultra.

Menggunakan pesawat Batik Air A320 dari Jakarta, Yayu tiba di bandara pukul 08.05 WITA, Selasa (18/2/2020), bersama dengan tiga orang mahasiswi lainnya. Ia bersama teman-temannya dijemput langsung di Jakarta, oleh Asisten II Setda Sultra Suharno, pada Sabtu, 15 Februari 2020, di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Baca Juga : Negatif Korona, Empat Mahasiswa Disambut Hangat Saat Tiba di Kendari

iklan zonasultra

Ke empat mahasiswi itu, sebelumnya bertolak dari Pulau Natuna, Kepulauan Riau, usai menjalani masa observasi atau karantina selama 14 hari. Observasi itu di jalani Yayu bersama teman-temannya, untuk memastikan kondisi kesehatan mereka pasca di evakuasi dari Kota Wuhan, China.

Kepada awak media, Yayu mengaku lega akhirnya bisa pulang ke tanah kelahirannya. Saat masih berada di Wuhan, ia khawatir akan terjangkit virus corona .

“Takut, tapi saat itu kita juga masih terus tunggu himbauan dari KBRI di sana. Dan kita tinggal di asrama, tidak boleh ke mana-mana. Sampai akhirnya kita di jemput oleh KBRI dan di bawa ke Indonesia,” cerita Yayu.

Usai dijemput di Wuhan, Yayu bersama mahasiswi lainnya langsung menjalani karantina di Pulau Natuna, selama 14 hari. Selama proses observasi, Yayu menyebutkan mendapat perlakuan sangat baik oleh para petugas kesehatan maupun pemerintah.

“Benar-benar diayomi, kita benar-benar di sayang banget. Kesehatan kita terus di jaga, dan benar-benar diperhatikan. Sampai kita akhirnya dipulangkan dan tiba di Kendari hari ini,” ucapnya.

Tetap Kembali ke Wuhan

Meski sempat khawatir dengan merebaknya virus corona di Wuhan, tak menyurutkan semangat Yayu untuk tetap melanjutkan pendidikannya di kota tersebut. Bersama tujuh rekannya yang juga satu universitas Yayu berencana kembali ke Wuhan, bila kondisi memungkinkan.

Namun begitu, untuk sementara waktu, ia bersama rekan-rekannya menjalani kuliah jarak jauh via online. Kuliah via online itu pun, akan mulai dijalani Yayu perhari ini.

“Untuk sementara kita kuliah online dulu, kalau untuk kedepannya kita belum tahu lagi. Hari ini sudah mulai sebenarnya, tapi saya dan teman saya yang 7 orang. Karena sama-sama dari satu kampus dengan saya itu minta keringanan. Karenakan kita juga baru sampai hari ini,” ungkapnya.

Sembari menjalani proses kuliah online, Yayu mengaku akan tetap memantau kondisi terkini di Wuhan. Bila keadaan memungkin dan kondisi di kota itu telah kondusif, Yayu berencana akan kembali ke Wuhan untuk melanjutkan pendidikannya.

“Tetap kembali karena kita tetap mau lanjutkan pendidikan kita, tapi kita tunggu dulu kondisi di sana sampai benar-benar kondusif. Kalau mau dipindahkan di Indonesia, belum tahu,” tutupnya.

Dukungan Orangtua Yayu

Bercampur rasa haru dan lega, Hidayatullah menyambut kedatangan putri pertamanya di Bandara Haluoleo, Konsel. Ia bersama dengan sang istri, menjemput l Yayu yang tiba dari Jakarta. Dengan mata berkaca-kaca, pria yang akrab di sapa Dayat itu segera memeluk erat putrinya.

“Legah bercampur haru saya pak, karena putri saya sudah bisa pulang hari ini. Saya mewakili orangtua dari seluruh mahasiswi yang pulang ini, mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian pemerintah. Yang melakukan evakuasi dan bekerja secara profesional, sampai anak-anak kami bisa pulang dan bebas dari virus corona,” ujarnya.

Baca Juga : Cerita Hidayatullah, Cemas Kondisi Anaknya di Cina Akibat Virus Corona

Dengan penuh sumringah, Dayat mengaku langsung membawa Yayu pulang ke rumah dan langsung melakukan syukuran atas ke hadiran Yayu di tanah air. Soal Yayu yang akan kembali ke Wuhan, Dayat mendukung secara penuh. Akan tetapi, harus menunggu hingga kondisi di kota Wuhan benar-benar kondusif dan aman dari wabah virus corona.

“Insya allah akan kembali, karena sampai sekarang belum ada informasi bahwa harus pindah di Indonesia kuliahnya. Sebelum ada pernyataan resmi dari pihak kampus di sana bahwa itu di alihkan pendidikannya di Indonesia, yah tetap di sana,” jelasnya. A

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Rosnia

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib