iklan zonasultra

Data KPU, Ini TPS di Kendari yang Terkena Dampak Banjir

Komisioner KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib
La Ode Abdul Natsir Muthalib

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Hujan yang mengguyur Kota Kendari beberapa hari belakangan ini mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Bukan hanya rumah warga, banjir juga menggenangi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra), banjir menggenangi tiga TPS di Kecamatan Baruga yakni TPS 5 Nanga-nanga, TPS 6 Amoahalo Kompleks Persawahan, dan TPS 8 Wanggu Kelurahan Lepo-lepo.

Sementara di Kecamatan Kambu banjir menggenangi TPS 10 Kelurahan Kambu. Kecamatan Poasia air menggenangi TPS 18 Kelurahan Rahandouna (HBM).

(Baca Juga : Wilayah Sultra Dilanda Banjir, KPU Optimis Pilgub Berjalan Lancar)

Untuk Kecamatan Wua-wua, TPS yang terkena dampak banjir yakni TPS 12 dan TPS 14 yang masing-masing terletak di Kelurahan Bonggoeya.

Sementara di Kecamatan Kadia yang ikut terkena dampak banjir yakni TPS 2 Kelurahan Anaiwoi, dan Kecamatan Kendari TPS 5 Kelurahan Kampung Salo.

Kecamatan Kendari Barat merupakan wilayah yang TPS-nya paling banyak digenangi air yakni TPS 1 dan 3 Kelurahan Lasolo, TPS 9 SMP 2 Lasolo, TPS 4 Benu-benua (depan mesjid), TPS 6 SD 8 Tipulu dan TPS 7 Lahundape, Jalan Wijaya Kusuma.

Sementara untuk Kecamatan Puuwatu, Mandonga, dan Kecamatan Abeli sejauh ini masih tergolong kondusif.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir mengatakan, pihaknya sementara berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran pemungutan suara pada 27 Juni besok.

(Baca Juga : Wilayah Sultra Dilanda Banjir, KPU Optimis Pilgub Berjalan Lancar)

“Kita akan usahakan semua berjalan dengan lancar. Adapun untuk TPS, jika wilayah yang awalnya telah ditentukan terendam air, kita akan pindahkan. Karena pembuatan TPS-nya juga kan baru dimulai hari ini,” kata Abdul Natsir yang dikonfirmasi lewat telepon, Selasa (26/6/2018).

Salah satu upaya yang dilakukan KPU saat ini adalah berkoordinasi dengan dinas pendidikan. Hal itu dilakukan untuk menjadikan sekolah-sekolah sebagai alternatif TPS jika kemungkinan buruk banjir terjadi.

“Tentu saja kalau dari hasil pengecekan kita di kabupaten kota terjadi pergeseran dari daerah basah ke daerah kering, tentu syarat pendirian TPS yakni mudah diakses dan lain-lain tetap kita kedepankan,” terang Abdul Natsir. (B)

 


Reporter : Lukman Budianto
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib