iklan zonasultra

Debat Pilgub Sultra, Ini Visi Misi Para Kandidat

Debat Pilgub Sultra, Ini Visi Misi Para Kandidat
DEBAT PUBLIK - Para pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) memaparkan visi misinya dalam debat publik pemilihan Gubernur (pilgub) Sultra 2018, di Grand Clarion Hotel Kendari, Kota Kendari, Kamis (5/4/2018). (RAMADHAN HAFID/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Debat kandidat pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) diselenggarakan Kamis (5/4/2018) malam. Pada acara yang berlangsung di Grand Hotel Clarion, Kota Kendari tersebut acara debat publik dibagi dalam lima sesi.

Di awal acara, para kandidat naik ke atas panggung dan diperkenalkan kepada publik. Mereka adalah Ali Mazi-Lukman Abunawas (Aman), Asrun-Hugua (Berkah), dan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar (Raisa).

Pada sesi pertama, masing-masing calon memaparkan visi misinya. Dimulai dari pasangan calon nomor urut 1, Aman yang memaparkan mengenai visi “Terwujudnya Sultra yang Aman, Maju, Sejahtera, dan Bermartabat”

Calon Gubernur Ali Mazi menuturkan, Sultra yang aman menunjuk pada kondisi dinamis keamanan teritorial dan tertib sosial dimana masyarakat terbebas dari kejahatan, kekerasan dan situasi-situasi kritis yang berasal dari sumber eksternal maupun internal, serta dapat mengunakan pilihan-pilihannya dengan bebas dan bertanggung jawab.

(Baca Juga : Kenakan Kemeja Putih, Cagub dan Cawagub Sultra Tiba di Lokasi Debat)

Dikatakan, kondisi aman mempunyai tujuh pilar yakni, aman ekonomi, aman pangan, aman kesehatan, aman lingkungan, aman pribadi, aman komunitas, dan aman politik.

Pasangan nomor urut 1 ini juga menekankan akan memperbaiki infrastruktur di Sultra, sebab kualitas dan kuantitas infrastruktur Suktra belum memadai, masih berada pada tingkatan middle jika dibandingkan dengan kondisi infrastruktur di kawasan Indonesia Timur.

“Secara kualitas, kondisi jalan di Sultra belum cukup baik dan berada jauh di bawah rata-rata nasional. Jika kami menjadi gubernur dan wakil gubernur, maka kami akan meningkatkan kualitas jalan di Sultra, sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat,” ujar Ali Mazi.

Kesempatan kedua diberikan pada pasangan nomor urut 2. Namun pada debat publik ini hanya diikuti ole Hugua, sebab calon Gubernur Asrun ditahan KPK. Dalam pemaparannya Hugua memaparkan tujuh program unggulan yang dikemas dalam visi Sultra Emas 2023. Salah satu yang digaris bawahi adalah pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan terkoneksi.

(Baca Juga : Peserta Debat Cagub dan Cawagub Sultra Disambut Tari Tradisional)

“Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana dan prasarana yang terintegrasi dan terkoneksi antar moda transportasi darat, laut, dan udara dalam rangka pemenuhan layanan dasar dan peningkatan daya saing daerah,” tutur Hugua.

Selain itu, Hugua menuturkan, pihaknya juga akan meningkatkan sinergi pembangunan daerah melalui kerjasama antar pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk menjamin keserasian dan pemerataan pembangunan antar wilayah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil, beretika, dan berdaya saing melalui akses pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Sementara pasangan nomor urut 3, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar bertekad untuk menjadikan Sultra sebagai provinsi termaju yang dikemas dalam visi “Sultra yang lebih cepat maju, mandiri, adil, dan sejahtera”.

Dikatakan, untuk mewujudkan Sultra sebagai provinsi termaju, pasangan ini akan memberikan peluang seluas-luasnya kepada pihak swasta dan masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mengandalkan dana pembangunan dari pemerintah semata tidak akan memadai dalam melakukan berbagai terobosan untuk melakukan berbagai percepatan pembangunan.

“Ke depan Sultra di bawah kepemimpinan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar akan bertindak sebagai regulator yang memberikan kesempatan dan peluang serta kepastian usaha bagi pihak swasta dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembangunan,” ungkap Rusda.

Selain itu, Rusda menambahkan, pihaknya juga akan mewujudkan serangkaian hak dasar masyarakat berupa hak perlindungan, haka cerdas, hak sejahtera, hak pelayanan publik, hak fasilitas publik, hak sosial budaya, dan hak politik.

#Informasi untuk masyarakat

Ketua KPU Provinsi Sultra Hidayatullah menuturkan, penyelenggaraan debat publik Pilgub Sultra 2018 ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat, terkait para calon pemimpin mereka.

“Pemilih di Sultra bisa mendapatkan informasi secara langsung dari ketiga pasangan calon ini. Semoga dapat memudahkan pemilih untuk memilih di TPS nanti pada 27 Juni 2018 mendatang,” ujar
Dayat dalam sambutannya.

Dalam ajang debat kali ini tidak ada panelis yang memberikan pertanyaan kepada kandidat. Pertanyaan disusun oleh tim perumus dan diserahkan sepenuhnya kepada moderator untuk disampaikan dan ditanggapi kandidat. (A)

 


Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib