iklan zonasultra

Demonstrasi Tuntut Penembak Randi Ditangkap Berlangsung Ricuh

DEMO - Demonstrasi yang digelar oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) bersatu (Formasub) di depan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kamis (17/10/2019) berakhir ricuh. (Fadli Aksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Demonstrasi yang digelar oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) bersatu (Formasub) di depan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kamis (17/10/2019) berakhir ricuh.

Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 11.30 wita ini menuntut pengusutan kasus tewasnya dua Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) itu awalnya berlangsung damai.

(Baca Juga : Demo Mahasiwa di Kendari, Tiga Polisi Mengaku Lakukan Penembakan)

iklan zonasultra

Namun usai ditemui Kepala Biro (Karo) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo, massa aksi mulai terlibat baku dorong dengan petugas polisi yang mengamankan aksi unjuk rasa itu. Para mahasiswa tidak puas dengan penjelasan polisi berpangkat satu bintang itu.

Dalam penjelasannya, Hendro mengatakan saat ini proses investgasi sedang berjalan. Dan 6 polisi terperiksa menjalani sidang disiplin karena terbukti membawa senjata api dalam demontrasi pada Kamis 26 September 2019.

“Tim investigasi juga sedang melakukan uji balistik di Puslabfor Makassar. Namun karena secara struktur, Puslabfor ini berada di bawah institusi Polri, sementara terduga pelaku juga dari Polri, maka untuk menjaga objektivitas dan independensi, uji balistik juga dilakukan di Belanda atau di Australia,” kata Hendro di depan massa aksi.

(Baca Juga : Jelang Sidang Disiplin, 6 Polisi Pembawa Senpi Saat Demo Diisolasi)

Para demonstran tak menerima penjelasan itu. Menurut mereka uji balistik dari Puslabfor Makassar sudah ada, sehingga sudah bisa menentukan tersangka karena telah cukup dua alat bukti.

Ratusan mahasiswa pun kemudian mulai merusak dengan menginjak-injak kawat duri yang berada di perempatan Jalan Halu Oleo depan pagar kantor gubernur dan Mapolda. Mereka mencoba merangsek masuk ke dalam Mapolda Sultra, namun polisi anti huru-hura sudah berjaga membentuk barikade penghalang dan berhasil menahan desakan demonstran.

Demonstrasi Tuntut Penembak Randi Ditangkap Berlangsung Ricuh Akibatnya terjadi saling dorong antara polisi dan mahasiswa. Sekitar satu jam terjadi saling dorong, terjadi lemparan batu yang diduga menuju ke arah polisi yang berjaga. Polisi yang sudah mengerahkan dua mobil water canon langsung memukul mundur massa.

Massa langsung berlarian dan membalas tembakan water canon dengan batu. Ketegangan itu cepat mereda, mahasiswa kembali berkumpul di hadapan ratusan polisi yang mengenakan tameng dan pentungan.

Massa kembali berorasi secara bergantian menyuarakan ketidapuasan dari kinerja kepolisian yang melakukan penyelidikan kasus, dan melakukan aksi saling dorong hingga kericuhan kembali pecah.

(Baca Juga : Kapolres Kendari Dicopot)

Polisi langsung mengurai massa dengan tembakan water canon. Para demonstran itu lalu lari berhamburan mengarah ke arah bundaran gubernur. Polisi lalu menembakkan gas air mata ke arah massa.

Berselang beberapa menit, kericuhan bisa diredam. Para pengunjuk rasa satu persatu kembali mendekati barikade aparat kepolisian. Tapi sebagian besar massa bertahan di sekitaran bundaran gubernur. Polisi pun membubarkan diri.

Pukul 16.00 massa memblokade jalan, tepat di bundaran kantor gubenur menuju arah Polda Sultra dan kantor gubernur dengan membakar ban dan duduk di di jalan. Akhirnya pengendara baik roda dua maupun roda empat terpaksa berbalik arah dan mencari jalur alternatif lain. Hingga saat ini aksi bakar ban masih berlangsung. (b)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor : Kiki
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib