iklan zonasultra

iklan zonasultra

Didampingi Kepsek, Hayari Polisikan Chandra dan Orang Tuanya

Didampingi Kepsek, Hayari Polisikan Chandra dan Orang Tuanya
PELAPORAN - Hayari (menggunakan kaca mata) didampingi guru SMAN 1 Kendari saat membuat laporan polisi di Polres Kendari, Minggu (22/10/2017). (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

Didampingi Kepsek, Hayari Polisikan Chandra dan Orang Tuanya PELAPORAN – Hayari (menggunakan kaca mata) didampingi guru SMAN 1 Kendari saat membuat laporan polisi di Polres Kendari, Minggu (22/10/2017). (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kasus penganiayaan guru yang terjadi di SMAN 1 Kendari berbuntut panjang. Pagi ini, Minggu (22/10/2017) Hayari didampingi Kepala Sekolah Agusman Hannisi mendatangi Polres Kendari untuk membuat laporan polisi. Terlapor adalah Chandra bersama ayahnya Suharudin Diku.

“Memang sebelumnya kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan di ruangan saya. Tapi, akhir-akhir ini Pak Hayari mengeluh jika bagian punggung dan kepalanya terasa nyeri. Makanya dia berinisiatif untuk melapor,” kata Kepala SMAN 1 Kendari, Agusman Hannisi di Polres Kendari.

Sementara Hayari belum bisa berkomentar banyak saat ditanyai awak media karena kondisi fisiknya masih terlihat lemah. Hayari masih tampak pucat dan sesekali memegang bagian bahu dan belakang kepalanya.

Berita Terkait : Tak Terima Anaknya Ditampar, Orang Tua Siswa Ini Hajar Guru Sekolah

“Iya saya melapor. Jangan dulu, saya belum bisa banyak bicara, masih lemas,” kata Hayari.

Selain kepala sekolah, terlihat juga beberapa orang guru ikut mendampingi Hayari. Bahtiar, salah satu guru yang mendampingi Hayari mengatakan sempat melihat Hayari terjatuh sesaat setelah mendapat pukulan dari Suharuddin Diku alias Sadiku.

“Kalo saya tidak liat semua kejadiannya. Yang lihat itu guru perempuan di sekolah. Memang sempat dilihat saat Pak Hayari ini jatuh, Chandra juga ikut menendang punggung Pak Hayari. Saat bangun ada guru yang melihat orang tua Chandra keluarkan keris dan mengancam hendak membunuh Pak Hayari,” terang Bahtiar.

Untuk diketahui, penganiayaan ini terjadi pada Jumat (20/10/2017) sekitar pukul 10.00 Wita. Pelaku pemukulan adalah Suharudin Diku, bersama anaknya Chandra, siswa kelas 11 IPS 3. Pemukulan tersebut bermula ketika Chandra dinasihati oleh Niketut Somanasi, guru BP di sekolah itu.

Saat diberi nasihat, Chandra berlaku tidak sopan, sehingga ditegur oleh Wakasek Kesiswaan, Hayari yang kebetulan melintas. Bukannya menurut, Chandra malah kembali berlaku tidak sopan sehingga Hayari memukulnya menggunakan kertas koran.

Berita Terkait : Siswa Yang Orangtuanya Memukul Guru Dikeluarkan Dari Sekolah

Tidak terima, Chandra kemudian memberontak lari ke lapangan dan mengepalkan tangannya sembari mengajak Hayari adu jotos. Selain itu Chandra juga berteriak akan melaporkan Hayari ke ayahnya.

Hayari saat itu tidak terpancing dan mengajak Chandra masuk ke dalam ruang kelas. Tapi Chandra masih saja memberontak dan kembali mengajak Hayari adu jotos sehingga Hayari menampar Chandra agar berhenti berteriak dan memberontak. Hal itulah yang membuat Chandra pulang dan melapor ke ayahnya sehingga terjadilah penganiayaan. (A)

 

Reporter: Lukman Budianto
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib