iklan zonasultra

Diduga Ada Kerusakan Pesawat Wings Air Tujuan Kolaka Putar Balik

Diduga Ada Kerusakan Pesawat Wings Air Tujuan Kolaka Putar Balik
PESAWAT TERBANG - Pesawat Wings Air ATR 72-500 tujuan Pomalaa, Kolaka dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) harus putar balik (return to base) setelah terbang sekitar 30 menit di udara, pada Rabu (14/11/2018). (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pesawat Wings Air ATR 72-500 tujuan Pomalaa, Kolaka dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) harus putar balik (return to base) setelah terbang sekitar 30 menit di udara, pada Rabu (14/11/2018).

Kejadian ini disampaikan Chandra Tauphan salah satu penumpang Wings Air. Melalui akun instagramnya pria yang juga merupakan suami dari selebriti Nina Zatulani, memposting perihal return to base Wings Air sekira 4 jam yang lalu.

Ia menuliskan pada instastorynya “Allahuakbar barusan penerbangan saya menuju daerah Pomalaa Kolaka tiba-tiba pesawatnya mutar balik padahal sudah 30 menit flight,” tulisnya.

iklan zonasultra

“Ternyata pesawat rusak, pantes selama perjalanan kenapa goyangnya aneh pesawat miring sebelah padahal cuaca bagus… dear @lionairgroup jangan paksakan berangkat kalo armadanya mengalami kerusakan,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan dalam postingan insta story berikutnya, alasan mengapa ia memilih penerbangan dengan menggunakan pesawat milik group Lion Air itu, sebab rute Makassar (Sultan Hasanuddin)- Pomalaa (Sangia Ni Bandera) Kolaka atau sebaliknya hanya dilayani oleh maskapai milik Lion Air group yaitu Wings Air.

Kendati demikian, Chandra Tauphan juga menuliskan ucapan terimaksih kepada pilot yang menerbangkan pesawat yang ditumpanginya tersebut. Sebab, sudah mengambil solusi terbaik dengan kembali ke Makassar usai teridentifikasi adanya kerusakan pada pesawat dan berhasil mendarat dengan selamat.

Pihak zonasultra yang mencoba mengkonfirmasi kejadian itu ke pihak Lion Air Kendari. Pihak Lion Air Kendari membenarkan terjadi RBT namun enggan memberikan komentar karena tidak berada dalam wilayah otoritas mereka.

“Intinya mas, semua sudah aman. Saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih detail karena bukan wilayah kerja saya dan otoritas saya,” ungkap GM Lion Air Kendari Hendra saat dihubungi via WhatsApp Mesengger, Rabu (14/11/2018).

Kasus serupa juga pernah terjadi pada jenis pesawat yang sama, seperti yang dilansir pada laman airmagz.com, awal tahun 2017 tepatnya bulan Januari tanggal 14 lalu.

Dimana penerbangan dengan flight number IW 1156 tujuan Palu – Luwuk dengan registrasi pesawat PK – WFK harus kembali ke Palu (Return To Base) atau RTB sesaat setelah tinggal landas menuju Luwuk.

Ketika itu, pesawat jenis ‎ATR 72-500 dikomandoi oleh Capt. Djoko Sriyono berangkat pukul 06.10 waktu setempat dan pada saat take off Pilot In Command mendapatkan adanya indikator yang menyala dan untuk keselamatan dan keamanan penerbangan maka Pilot memutuskan untuk kembali ke Palu untuk melakukan pengecekan dan pesawat mendarat dengan baik di Palu,

Atas kejadian itu, pesawat ATR 72-500 wings air tidak diterbangkan untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu.

ATR 72-500 milik Wings Air berfungsi untuk operasional waktu tempuh hanya berkisar 60 menit atau melayani penerbangan point to point pada rute jarak dekat dengan tarif tiket terjangkau, sehingga memberikan alternatif terbaru dalam melakukan perjalanan antardestinasi yang lebih cepat bagi travelers. (*)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib