iklan zonasultra

Diduga Akibat Ulah PT Bososi, Sungai dan Laut di Morombo Keruh

Diduga Akibat Ulah PT Bososi, Sungai dan Laut di Morombo Keruh
LAUT MOROMBO - Laut dan Sungai Desa Morombo Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara yang mengkeruh diduga akibat penambangan yang dilakukan oleh PT Bososi.(MURTAIDIN/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Sungai dan laut di desa Morombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dulunya jernih kini berubah warnah menjadi keruh.

Wijaya, salah seorang warga di desa itu menduga, perubahan warna air sungai dan laut itu akibat ulah PT Bososi, salah satu perusahaan tambang nikel di daerah itu membuang kupasan atau Oven Border (OB) ke sungai.

Pria yang bermata pencaharian sebagai nelayan ini mengeluhkan sungai yang seluas sekitar 50 meter tercemar. Air bercampur lumpur itu mengali hingga ke laut dan menyebabkan warna air di pesisir desanya menjadi merah kecoklatan.

Diduga Akibat Ulah PT Bososi, Sungai dan Laut di Morombo Keruh

Belum lagi, lanjut Wijaya, jika musim penghujan tiba. Sungai dan laut berubah dipenuhi lumpur akibat buangan OB perusahaan tambang itu.

(Baca juga : Jetty PT Bososi Dituding Masuk Kawasan Hutan)

“Kami selaku nelayan sangat mengeluhkan dengan laut yang sudah tercemari, sehingga kami harus keluar dari Morombo untuk mencari ikan menggunakan perahu dan harus mengeluarkan biaya 3-4 liter bensin,” kesal Wijaya, Jum’at (1/6/2018).

Dia mengaku, sejak ekosistem laut di desanya mulai rusak, pendapatannya dari hasil menangkap ikan di laut sudah tidak menunjang lagi.

“Sudah beberapa kali saya mencari ikan di situ, tapi tidak ada hasil. Malah pernah saya coba menyelam, malah gigi saya patah terkena batu karang. Itu karena di dalam air sangat gelap,” ujarnya.

Wijaya yang juga menjadi salah satu anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) di Morombo ini meminta, baik pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat dapat mengambil langkah tegas agar dampak penambangan yang dilakukan oleh PT Bososi tidak dirasakan masyarakat.

“Dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat yang sehari hari hidup dari laut, bagaimana kami mencari nafkah jika laut saja sudah tercemar. Kami harapkan pemerintah turun tangan,” pinta Wijaya.

Ditempat terpisah, Kepala Seksi Amdal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konut Agus yang dihubungi melalui sambungan telpon memastikan pihaknya bakal mengecek kondisi sungai dan laut yang keruh akibat ulah perusahaan itu.

Kata dia, di wilayah tersebut terdapat dua perusahaan tambang, yakni PT Bososi dan PT Unaaha Bakti. Untuk itu, diperlukan peninjauan langsung untuk memastikan dugaan pencemaran itu.

“Kita akan turun lihat, kalau memang sungai dan laut keruh akibat perusahaan tambang, kita akan berikan teguran kepada mereka,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bososi belum bisa dimintai konfirmasi oleh awak media terkait dugaan pencemaran itu. (B)

 


Reporter : Murtaidin
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib