iklan zonasultra

Diduga Lelah Pakai APD, Sopir Puskesling di Bombana Mengalami Kecelakaan

Diduga Lelah Pakai APD, Sopir Puskesling di Bombana Mengalami Kecelakaan
Kecelakaan - Seorang sopir mobil Puskesmas keliling (Puskeling) Kecamatan Poleang Utara, Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tasrin (30) hilang kendali dan mengalami kecelakaan tunggal di jalan poros desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Senin (13/4/2020) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita. (Foto: ISTIMEWA)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Seorang sopir mobil Puskesmas keliling (Puskeling) Kecamatan Poleang Utara, Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tasrin (30) mengalami kecelakaan tunggal di jalan poros desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Senin (13/4/2020) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita. Insiden kecelakaan ini terjadi sepulangnya dari Kota Kendari usai mengantar pasien orang tanpa gejala (OTG),

Mobil ambulans yang dikendarainya hilang kendali, diduga ia mengalami kelelahan karena terlalu lama mengenakan alat pelindung diri (APD) dengan kostum lengkap mirip astronot. Ditambah kondisi jalan licin yang mengakibatkan hilangnya kendali dan terperosok dari bahu jalan.
Tasrin memuat tiga orang penumpang yang diantaranya ialah dua pasien OTG yang baru saja menjalani rapid test di RS Bahteramas Sultra.

Iklan Zonasultra

Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas) Polres Bombana, Iptu Izak membenarkan kecelakaan tersebut. Kata dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja terjadi kerusakan parah pada banper depan mobil Toyota Hilux milik puskesmas Poleang Utara.

” Kecelakaan tunggal ini bermula saat mobil Toyota Hilux DT 9042 yang dikemudikan Tasrin bergerak dari arah Kasipute, Rumbia menuju Poleang Utara. Karena jalan licin yang menyebabkan ban mobil tersebut terperosok dan menabrak pagar di sebelah kiri jalan poros desa Wambarema,” kata Iptu Izak di Rumbia, Selasa (14/4/2020).

Menurut keterangan korban yang dihimpun oleh juru bicara (jubir) Covid-19 Bombana, Heryanto mengatakan bahwa sopir hilang kendali lantaran lelah terlalu lama mengenakan APD. Mulai dari proses mengantar dua orang pasien OTG hingga kembali dari RS Bahteramas Kendari.

” Si sopir lelah karena kelamaan pakai APD dan pasti kepanasan, tapi mau diapa, karena sopir juga harus jaga diri. Saat makan saja hanya pada saat belum berangkat, setelah itu pakai lagi,” tambah Heryanto. (a)

 


Kontributor : Muhammad Jamil
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib