iklan zonasultra

Diguyur Hujan, Kompleks BTN Medibrata Baubau Terendam Banjir

Diguyur Hujan, Kompleks BTN Medibrata Baubau Terendam Banjir
BANJIR - Hasim (60), seorang warga bilangan kompleks BTN Medibrata, Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kota Baubau, Sultra usai mengeruk air yang masuk ke dalam rumahnya, Rabu (15/4/2020). (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Tujuh rumah warga di kompleks bilangan BTN Medibrata, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terendam banjir setelah diguyur hujan selama kurang lebih tiga jam, Rabu (15/4/2020).

Banjir sudah jadi musibah tahunan bagi warga di kompleks Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kecamatan Wolio itu. Setiap tahun saat musim hujan, beberapa rumah di sana akan tergenang air.

Iklan Zonasultra

Seperti yang dirasakan Hasim (60). Pekerja swasta ini mengaku telah beberapa kali merasakan banjir di tempat itu. Tiap tahun air akan menggenangi rumahnya.

“Memang tiap tahun begini nasibnya masyarakat kilo ampat. Tadi air masuk (dalam rumah) hingga setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya sambil mengeruk keluar air yang masuk dalam rumahnya saat ditemui, Rabu (15/4/2020) sore.

Kilo ampat merupakan sebutan warga setempat untuk daerah itu. Mayoritas mereka yang tinggal di sana merupakan eksodus konflik Ambon 1999.

Kata Hasim, hari ini wilayah itu tidak begitu lama diguyur hujan. Namun tetap saja rumahnya dan enam rumah tetangga tergenang air.

Tempat itu sendiri bagai cekungan. Sehingga air hujan akan tertampung di sana.

Pemerintah sudah pernah membangun gorong-gorong penampung air beberapa tahun lalu. Sayangnya, ujar Muslim (47), salah satu warga setempat, gorong-gorong itu tak mampu menahan debit air yang tinggi.

Muslim sendiri khawatir jika ada hujan susulan. Jika itu terjadi, pria itu bakal senasib dengan beberapa tetangganya yang sudah mengungsi ke rumah warga lain yang berada di ketinggian.

“Kalau ada hujan susulan, kemungkinan rumahku juga ini bisa terndam banjir,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Menurut Muslim, banjir kadang bertahan hingga tiga hari lamanya secara berturut-turut. Jadi tak heran jika warga di tempat itu tampak senyum-senyum saja saat rumahnya terendam banjir.

“Kalau masih hujan sebentar ini saya akan angkat barang-barang. Selamatkan, jangan sampai rusak,” ucapnya.

Terlihat beberapa warga di tempat itu tampak sibuk mengangkut sebagian barangnya ke rumah tetangga yang berada di ketinggian. Ada pula warga tengah mengeruk air yang masuk ke dalam rumahnya. (b)

 


Kontributor: Risno Mawandili
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib