iklan zonasultra

Dikabarkan 239 TKA China Tiba Hari Ini, Massa Kembali Turun ke Jalan

Dikabarkan 239 TKA China Tiba Hari Ini, Massa Kembali Turun ke Jalan
DEMO TKA - Demonstrasi menolak kedatangan gelombang ketiga 239 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok dilakukan sejumlah elemen di gerbang perbatasan Kota Kendari-Konawe Selatan, Kecamatan Ranomeeto, Jumat (10/7/2020). (Fadli Aksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Kabar datangnya 239 tenaga kerja asing (TKA) asal China melalui Bandara Haluoleo hari ini, Jumat (10/7/2020) membuat puluhan mahasiswa dan kelompok pemuda dari sejumlah elemen kembali turun ke jalan.

Massa melakukan unjuk rasa dan menutup jalan di gerbang perbatasan Kota Kendari-Konawe Selatan (Konsel) di Kecamatan Ranomeeto. Tak hanya berorasi, pengunjuk rasa juga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan.

Iklan Zonasultra

Akibatnya, kendaraan yang datang dari arah Kota Kendari menuju Bandara Haluoleo terpaksa memutar melalui jalur kiri yang hanya berjarak beberapa meter dari gerbang perbatasan itu.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari Sulkarnain dalam orasinya mengatakan, menolak keras masuknya 500 TKA asal Tiongkok tersebut di Sultra. Selain masih situasi darurat pandemi Covid-19, pihaknya beralasan sampai saat ini, 261 TKA yang sudah masuk dalam dua gelombang dicurigai tidak punya legalitas.

“Saat kami ikut rapat bersama di DPRD Provinsi, Imigrasi tidak bisa menunjukkan visa kerja yang diklaim sebagai syarat sah ratusan TKA China masuk ke Indonesia dan bekerja di Sultra. Artinya kami mencurigai mereka itu ilegal,” kata Sulkarnain.

Mereka juga menyayangkan sejumlah pihak, antara lain Pemda Sultra yang ikut memberikan kemudahan terhadap 500 TKA untuk masuk bekerja di Sultra. Sementara angka pengangguran di Sultra terus bertambah sebagi imbas dari wabah Covid-19.

Rencananya massa bakal mengecek ratusan TKA yang sudah berada di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Stell (OSS), Konawe untuk memastikan legalitas dan sertifikat kompetensi yang dimiliki.

“Kami akan masuk untuk melakukan peninjauan langsung di PT VDNI dan PT OSS. Apabila tidak memiliki persyaratan maka akan kami usir,” tukasnya.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Bandara Haluoleo Kendari Safruddin perihal kabar kedatangan gelombang ketiga TKA asal China hari ini, dirinya tidak memberikan respon begitupula ketika dihubungi melalui telepon selulernya. (b)

 


Reporter: Fadli Aksar
Editor: Ilham Surahmin

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib