iklan zonasultra

Dikepung Banjir, Pemda Konawe Belum Terima Bantuan Pemprov

Jembatan Ameroro Longsor, Akses Jalan Unaaha - Kolaka Lumpuh
BANJIR - Tepian jembatan Ameroro yang longsor sehingga mengakibatkan akses jalan dari sejumlah wilayah menuju kota Unaaha lumpu total. (Foto Istimewa)

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Bencana banjir yang menerjang Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) nyaris melumpuhkan aktifitas perekonomian di daerah penghasil beras terbesar di Sultra.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, terdapat 21 kecamatan dari 29 kecamatan yang ada di Konawe dilaporkan terendam bencana banjir akibat luapan air sungai konaweeha sejak Minggu (9/6/2019) lalu.

Baca Juga : Pemda Konawe Butuh Helikopter Untuk Jangkau Kecamatan Terisolir

iklan zonasultra

Meski sudah hampir merendam seluruh wilayah di Konawe, bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun pusat belum ada. Bahkan bantuan helikopter untuk mendistribusikan bantuan logostik di daerah terisolir juga belum ada kejelasan.

“Sejak hari pertama banjir sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemprov maupun pusat belum ada yang tiba, bantuan yang masuk baru dari Pemkab tetangga seperti Kolaka, TNI-Polri dan juga bantuan dari relawan,” Ujar Ameruddin di posko utama tanggap darurat bencana, Kamis (13/6/2019).

Kata dia, sampai saat ini jumlah pengungsi yang ada di 38 titik, terdapat 12.612 ribu jiwa. Sehingga bantuan sandang dan pangan sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Banjir Konawe, 4.095 Jiwa Mengungsi di 35 Tempat

“Hari ini kita sudah menerima bantuan dari PMI Kolaka, Polda Sultra, dan rencananya hari ini akan ada bantuan dari Korem Halu Oleo Kendari dan informasinya masi dalam perjalanan,” ujarnya.

Kata dia, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk pendistribusian bantuan logistik. Terlebih daerah yang terisolir yakni Kecamatan Latoma dan Kecamatan Asinua yang sampai saat ini belum tersentuh bantuan logistik akibat akses yang terputus. (B)

 


Kontributor : Restu Tebara
Editor : Abdul Saban

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib