iklan zonasultra

Dinas Perumahan Konut Luncurkan Aplikasi Siumah untuk Masyarakat

Kepala Disperwaskim Konut, Azis Muslim
Azis Muslim

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU-Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Rumah Tidak Layak Huni (Siumah).

Kepala Disperwaskim Konut, Azis Muslim mengatakan, aplikasi Siumah berbasis website dan berfungsi sebagai wadah untuk melakukan pendataan rumah tidak layak huni secara online di masyarakat.

“Pekan lalu aplikasinya telah kami launcing, untuk diperkenalkan ke publik. Programnya siap kami jalankan 2020 nanti,”kata Azis Muslim melalui via telefon, Rabu (25/12/2019).

iklan zonasultra

Diungkapkan, tujuan dari aplikasi ini yaitu untuk lebih menetralisir bantuan perumahan agar akurat dan tepat sasaran. Juga berguna sebagai aplikasi yang bekerja cepat dan dapat diakses secara luas.

“Nama websitenya, http://si-umah.com/. Jadi, program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pimpinan daerah untuk lebih memudahkan, mendekatkan dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat,”ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Perumahan Disperwaskim Konut, Sumarni juga menyampaikan, terhitung 2020 nanti pendataan bantuan bedah rumah sudah dilakukan dengan sistem online mulai dari tingkat, desa, kecamatan sampai kabupaten. Meski berjalan tahun depan, akan tetapi aplikasinya telah dapat difungsikan.

Lebih jauh dijelaskan, adanya apliaksi Siumah masyarakat tidak perlu lagi mebuat proposal untuk memperoleh bantuan. Sebab, data indentitas masyarakat sudah bisa diakses secara online. Untuk lebih memudahkan, nantinya setiap admin desa akan diberikan paspor sehingga bisa langsung mengirim informasi seperti, data rumah, KTP, kartu keluarga, sertifkat tanah, atau surat kepemilikan tanah.

“Kami sangat yakin ini akan lebih efektif dan efisien. Kami juga telah melaksanakan sosialisasi dibeberapa desa seperti, Desa Belalo, Tetelupai, Abola, Poni-Poniki, Wanggudun Raya dan Ala Wanggudu. Ini akan berlanjut sampai di 13 kecamatan,”ucapnya.

“Data yang telah dimasukkan nanti juga akan terbaca dari sistem secara transparan. Tidak ada lagi tumpang tindi soal data, karena akan kelihatan jelas indentitasnya dan datanya tidak akan hilang karena tersimpan secara sistematis di web,”tukasnya. (b)

 


Reporter: Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib