iklan zonasultra

iklan zonasultra

Dinkes Bombana Temukan Lima Kasus Penyakit Malaria, Ini Penyebabnya

109
Dinkes Bombana Temukan Lima Kasus Penyakit Malaria, Ini Penyebabnya
MALARIA - Dinas Kesehatan Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan lima kasus penderita Malaria di daerah itu sejak Januari hingga April 2018. Penderita penyakit tersebut didapatkan dari beberapa wilayah Kecamatan dan merupakan kasus impor. (MUHAMMAD JAMIL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA,COM, RUMBIA – Dinas Kesehatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan lima kasus penderita penyakit Malaria di daerah itu. Para penderita penyakit teraebut rata-rata didapatkan setelah bepergian keluar daerah atau kasus impor.

Kepala Dnas Kesehatan Bombana, dr. Sunandar menyampaikan, para penderita kasus tersebut ditemukan di beberapa Puskesmas bidang P2P di wilayah Kecamatan Tontonunu, Poleang Timur dan Kabaena Timur.

Kepala Dnas Kesehatan Bombana, dr. Sunandar
dr. Sunandar

“Ada lima kasua Malaria yang kami temukan ssjak Januari hingga April 2018. Berdasarkan hasil survey dari tiap Puskesmas yang menemukan kasus ini, para penderita menbawa penyakit impor dari wilayah Papua dan Manokowari.serta Raja Ampat,” ungkap dr. Sunandar di Rumbia, Sabtu (28/4/2018 kemarin.

Dijelaskannya, kasus Malaria di daerah itu diakuinnya bervariasi atau naik turun khususnya empat tahun terakhi. Dimana, penderita penyakit ini terbanyak ditemui di Tahun 2014.

“Di Tahun 2014 kami menemukan 34 Orang . Setelah dilakukan pencegahan lalu berkurang di tahun 2015 hingga tersisa 19 orang. Hasil pencegahan melalui pengobatan pula terus mujur hingga akhirnya tinggal meyisakan delapan orang ditahun 2016,” urainya.

Parahnya lanjut dia, penderita kembali naik di 2017 sebanyak 21 Orang diwilayah Puskesmas Kabaena Timur, Poleang Timur dan Kabaena Utara.

Sunandar melanjutkan, guna mengantisipasi penularan penyakit tersebut, pihaknya melakukan pengawasan dan penanganan terhadap penderita malaria dengan ekstra ketat. Upaya yang dilakuakn yakni melalui penekanan seluruh satuan kerja Puskesmas, khususnya wiilayah yang terindikasi melalui sosialosasi dan survey epidemiologi hingga proses pengobatan.

” Kami sangat mengharapkan kepedulian dari masyarakat terhadap bahaya atas penyakit Malaria. Kalau ada orang sakit yang dicurigai mengidap penyakit ini agar langsung memeriksa ke Faskes Tingkat Pertama (FKTP) yang ada di wilayahnya,” pintanya.

Ia pula meminta kepada seluruh satker Dinkes di daerah itu agar bisa melakukan penyuluhan serta survey epidemiologi, penyuluhan sarta dilakukan pengambilan sampel darah dan diberikan obat. (B)

 


Reporter : Muhammad Jamil
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib