iklan zonasultra

Dinsos Konut Buka Lapangan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Dinsos Konut Buka Lapangan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
FOTO BERSAMA - Kadis Sosial Konut, Nafsahu (tengah) saat berfoto bersama para penyandang disabilitas yang memperoleh bantuan program Gerak Wirapadi.(Jefri/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui dinas sosial (Dinsos) membuka lapangan kerja bagi penyandang disabilitas di wilayah itu melalui program Gerakan Berwirausaha Penyandang Disabilitas (Gerak Wirapadi).

Kepala Dinsos Konut Nafsahu mengatakan, Gerak Wirapadi tengah berjalan dengan memberdayakan para penyandang disabilitas. Mereka dikumpulkan dalam sebuah kelompok usaha sesuai keahlian masing-masing.

Guna memaksimalkan program ini, Dinsos Konut menggandeng mitra kerja sama dari perbankan seperti BRI dan Bank Sultra. Tak hanya itu, para pelaku usaha juga didampingi tim teknis dari instansinya.

“Dari 13 kecamatan, terdapat dua kecamatan yang memiliki penyandang disabilitas yaitu Kecamatan Lasolo dan Oheo. Untuk di Lasolo menjalankan usaha perbengkelan dan Kecamatan Oheo mesin jahit,” kata Nafsahu ditemui usai mengikuti acara penyerahan BLT Pendidikan Covid-19 di Posko Utama Gugus Tugas Covid Konut, Kamis (25/6/2020).

Mantan Kadis Damkar Konut ini menjelaskan, sarana dan prasarana ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah setempat. Selanjutnya, diberikan secara gratis tanpa membebani para penyandang disabilitas.

Selain itu lanjut Nafsahu, juga diberikan modal usaha sebagai penunjang untuk mengembangkan usaha yang ditekuni. Tiap kelompok usaha berjumlah lima orang.

“Bantuannya ini berbentuk badan usaha. Mereka kelola sendiri, dan hasilnya mereka gunakan untuk keperluan juga kebutuhan hidup. Jadi, kami dari pemerintah mensport apa yang menjadi kebutuhan mereka (penyandang disabilitas),” ujarnya.

Dia menambahkan, program tersebut merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Ruksamin untuk memajukan ekonomi masyarakat dan daerah secara merata.

“Program kemanusiaan ini terus akan kita kembangkan di 13 kecamatan dengan melihat potensi dan kreatifitas masyarakat kita. Selanjutnya, kita dorong untuk pengelolaan usahanya. Program ini juga telah diseminarkan, disempurnakan berdasarkan masukan dan penguji coach, dan mentor pada 28 Maret lalu,” tukasnya. (b)

 


Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib