Honda

Disebut Tak Berkontribusi, Mahasiswa USN Balas Sindiran Wabup Kolaka

Disebut Tak Berkontribusi, Mahasiswa USN Balas Sindiran Wabup Kolaka
JUMPA PERS -Sejumlah pengurus lembaga kemahasiswaan di USN Kolaka menggelar jumpa pers, Selasa (2/4/2019) untuk menanggapi sindiran Wabup Kolaka, Muhammad Jayadin. (Abdul Saban/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Aliansi lembaga kemahasiswaan di kampus Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya angkat bicara menyikapi tudingan Wakil Bupati (Wabup) Kolaka, Muhammad Jayadin yang menyebut mereka tidak berkontribusi positif dalam pembangunan di daerah itu.

Atas sindiran itu, sejumlah ketua dan pengurus kelembagaan mahasiswa USN justru menganggap sindiran Jayadin itu keliru. Sebab, dalam berbagai aktivitas akademi maupun kegiatan ekstra kurikuler, mahasiswa USN sudah menjalankan tanggung jawab sosial mereka sebagaimana diamanatkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USN Kolaka, Baskara mencontohkan salah satu kontribusi nyata USN di daerah ini adalah adanya 8000 an mahasiswa yang melangsungkan studi di kampus itu. Para mahasiswa ini kebanyakan berasal dari luar kabupaten Kolaka yang memilih indekos di wilayah sekitaran kampus.

iklan zonasultra

Kata dia, kehadiran para mahasiswa ini tentu saja menjadi salah satu pendorong geliat ekonomi di Kolaka. Termasuk lahirnya SDM dan kaum akademisi yang bekerja di Kolaka.

“Jumlah mahasiswa USN Kolaka itu ribuan, itu sudah termaksud dari luar daerah, misalkan satu juta perorang perbulan, berapa uang yang berputar di Kolaka, tentu banyak. USN adalah kaum akademisi, nantinya selesai ini sebagian akan bekerja di Kolaka juga secara tidak langsung berpengaruh terhadap pembangunan daerah,” ujar Baskara saat menggelar konferensi pers di kampus USN Kolaka, Selasa (2/3/2019).

Disebut Tak Berkontribusi, Mahasiswa USN Balas Sindiran Wabup Kolaka

Di bidang akademik, Baskara mencontohkan kontribusi mereka dalam pembangunan daerah adalah melalui kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PPL) ataupun program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dimana mereka turun langsung mengaktualisasikan ilmunya kepada masyarakat. Tujuannya adalah membantu pemerintah daerah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat.

(Baca Juga : USN Kolaka Siapkan 1.200 Kursi Bagi Peserta Tes UTBK)

Belum lagi sejumlah kegiatan-kegaitan seminar dan lokakarya yang mereka lakukan atas nama kampus USN. Tujuannya tidak lain, hanya untuk mengangkat nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan keankeragaman sumber daya yang ada di Bumi Mekongga ini untuk diketahui masyarakat Indonesia.

Dia menyesalkan, semua kontribusi positif itu dinilai tidak ada artinya sama sekali oleh Jayadin. Padahal, kata dia, dalam berbagai kegiatan kehamasiswaan, Pemda Kolaka tidak pernah terlibat ataupun berkontribusi pendanaan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik USN Kolaka, Rahmat Hidayat justru mempertanyakan kredibilitas Jayadin yang tidak bisa menilai kontribusi besar mahasiswa di daerah itu.

“Mengenai masalah demo, sebenarnya itu langkah terakhir kami tempuh, sebelumnya kita melakukan pendekatan yang baik tetapi tidak ada tanggapan. Ketika kita melakukan demonstrasi, berarti ada hal tidak sesuai dan itu dijamin undang-undang, menyampaikan aspirasi ke khalayak. Kami kira sah-sah saja asal sesuai aturan,” katanya.

Sebelumnua, Wabup Kolaka Muhammad Jayadin melontarkan kritikan keras terhadap beberapa pihak saat membuka pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun 2020, di Aula Sasana Praja, kantor bupati Kolaka, Kamis (28/3/2019) lalu

Jayadin yang menyampaikan sambutan tertulis Bupati Kolaka dalam kegiatan itu mengkritik USN Kolaka, PT ANTAM media, LSM serta para pejabat di lingkup Pemkab Kolaka.

(Baca Juga : Silaturahmi dengan Forkopimcam Pomalaa, Program CSR ANTAM Dinilai Berhasil)

Saat itu Jayadin menyatakan bahwa hingga kini institusi perguruan tinggi negeri (PTN) pertama di Kabupaten Kolaka itu belum maksimal memberi pikiran atau masukan dalam rangka pembangunan daerah. Padahal kata dia, Pemda Kolaka sebenarnya sangat berharap kehadiran USN sebagai lembaga pendidikan tinggi bisa bersinergi dengan cara “duduk” bersama serta memberi masukan dan pikiran.

“Itu yang kita harapkan, tapi sampai hari ini, itu belum maksimal, komunikasi belum jalan. Yang diterima DPRD ketika ada demo, itu yang diterima. Termasuk kita, yang kita terima bukan pemikiran-pemikiran positif. Yang kita terima hanya selebaran-selebaran,” katanya.

Menurutnya, Pemda Kolaka tidak alergi atau melarang siapa saja untuk melakukan aksi demonstrasi. Tetapi sebagai masyarakat intelek, semestinya ada alternatif lain dalam menyalurkan aspirasi, selain demonstrasi.

“Demo, silahkan ketika ada hal-hal yang tidak sesuai. Silahkan demo, sampaikan aspirasi tetapi sebagai institusi perguruan tinggi, Negeri lagi. Kita berharap ada pemikiran, pokok-pokok pikiran dari akademisi teman-teman di USN,” tambahnya. (*)

 


Penulis : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib