iklan zonasultra

Dispar Buton Usulkan Perda Pengelolaan 53 Lokasi Wisata

Dispar Buton Usulkan Perda Pengelolaan 53 Lokasi Wisata
RAPAT KERJA - Ketua DPRD Buton La Ode Rafiun, Kabag Hukum Pemda Buton Fahrudin, Kepala BPMD Buton Alimani, Kadis Pariwisata Buton La Ode Abdul Zainudin Napa, para camat, kepala desa/lurah se kabupaten Buton membahas Perda Pariwisata di Aula kantor DPRD Buton Senin (8/1/2018). (Nanang/ZONASULTRA.COM)

Dispar Buton Usulkan Perda Pengelolaan 53 Lokasi WisataRAPAT KERJA – Ketua DPRD Buton La Ode Rafiun, Kabag Hukum Pemda Buton Fahrudin, Kepala BPMD Buton Alimani, Kadis Pariwisata Buton La Ode Abdul Zainudin Napa, para camat, kepala desa/lurah se kabupaten Buton membahas Perda Pariwisata di Aula kantor DPRD Buton Senin (8/1/2018). (Nanang/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, PASARWAJO – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan 53 lokasi pariwisata di daerah itu.

iklan zonasultra

Kepala Dispar kabupaten Buton La Ode Abdul Zainudin Napa mengatakan, usulan Perda itu sebagai peyung hukum bagi pemerintah untuk memungut restribusi pengelolaan pariwisata di Buton.

Hal itu dikatakan La Ode Abdul Zainudin Napa saat menghadiri rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton serta sejumlah camat, kepala desa/lurah se kabupaten Buton, di kantor DPRD setempat, Senin (8/1/2018)

Zainudin mengatakan, hasil pertemuan tersebut pihaknya mengusulkan pembuatan Perda itu berdasarkan Perda nomor 2 tahun 2015 yang sudah sebelumnya, tentang rencana induk pengembangan pariwisata. Namun demikian, kata dia, usulan itu dikembalikan lagi kepada masyarakat, apakah akan diterima atau tidak.

“Yang penting kami sudah usulkan 53 tempat wisata yang nantinya bisa dikunjungi. Dan sudah pasti daerah mendapat PAD dari tempat wisata itu,” katanya.

Saat ditanya berapa akumulasi pendapatan PAD yang masuk buat daerah nantinya, Zainudn mengaku belum bisa memastikan besarannya. Karena masih harus dibangun fasilitas pendukungnya.

“Manakalah fasilitas pendukung ini kita sudah sediakan seperti tempat parkir, ruang ganti, gazebo, pintu gerbang masuk dan lain-lain, maka sudah bisa kita tarik restribusinya,” katanya.

Dia juga menyebutkan, di tahun ini, pihaknya sudah akan mulai menarik retribusi jasa pariwisata seperti permandian kali Topa di desa Wabula, kecamatan Wabula serta lokasi wisata udang merah di desa Mopano, kecamatan Lasalimu Selatan. (B)

 

Reporter : Nanang
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib