iklan zonasultra

Disperindag Bombana Dorong Pengembangan Produk Olahan Kelapa

Disperindag Bombana Dorong Pengembangan Produk Olahan Kelapa
PELATIHAN - Disperindag Bombana melatih para pelaku IKM di Balai Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan terkait tata cara mengembangkan kelapa menjadi minyak berkulitas dan bernilai ekonomis. (MUHAMMAD JAMIL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA– Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag) Kabupaten Bombana saat ini terus mendorong kalangan pelaku industri kecil menengah (IKM) dalam mengelola kelapa terpadu hingga bernilai ekonomis. Upaya ini dilakukan untuk menyongsong pembangunan sentra IKM yang rencananya akan dibangun di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan tahun 2019 ini.

Kepala Bidang Industri, Disperindag Bombana, Muallim mengatakan, adanya rencana pembangunan sentra IKM yang berorientasi pada pengelolaan kelapa terpadu ini tentunya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Sehingga, pihaknya mulai melatih masyarakat pelaku IKM di wilayah Poleang, khususnya di Kecamatan Poleang Selatan tentang tata cara mengolah buah kelapa menjadi minyak goreng yang bervariasi.

Kata dia, terdapat 21 kelompok IKM mengikuti pelatihan tersebut yang bukan saja dari Poleang Selatan. Kelompok IKM itu juga ada dari Kecamatan Rarowatu dan Kecamatan Poleang.

iklan zonasultra

“Saat ini kami fokus pada peningkatan kapasitas pelaku IKM, utamanya kelompok IKM yang berada tak jauh dari kawasan sentra industri itu. Jadi, setelah wadah itu dibangun, pelaku IKM akan lebih berkualitas dalam mengembangkan kelapa secara terpadu,” kata Muallim di ruang kerjanya, Jumat (21/6/2019).

(Baca Juga : Emak-emak di Bombana Ubah Rumput Laut Jadi Makanan Siap Saji)

Untuk pertama kalinya, lanjut Muallim, pihaknya menggandeng dosen dan praktisi dari Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, guna mempermantap pengetahuan kelompok IKM pada pengembangan kelapa terpadu.

“Masyarakat di sana sangat antusias mengikuti pelatihan karena berkaitan erat dengan hasil komoditi mereka yaitu kelapa. Kami pun mengajarkan tata cara mengelola kelapa menghasilkan minyak goreng yang berkualitas, mulai dari harga yang bisa berbanding beberapa kali lipat dari minyak goreng biasa di pasaran,” ungkapnya.

Dijelaskan, melalui pelatihan itu, pelaku IKM berlatih cara pengolahan kelapa yang menghasilkan produk minyak goreng berkualitas dan harga yang cukup variatif, seperti tata cara mengelola kelapa menjadi minyak virgin coconut oil (VCO), pembuatan minyak goreng kelapa menggunakan enzim papain atau getah pepaya, dan pengelolaan kelapa dengan menggunakan enzim bromelin atau buah nanas.

“Melalui pelatihan itu, nantinya akan mempermudah kelompok IKM untuk bekerja di sentra IKM, menambah penghasilan warga dan mengurangi pengangguran di wilayah itu,” pungkasnya. (B-)

 


Kontributor : Muhammad Jamil
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib